Ketinggian Semburan Debu Vulkanis Capai 10 Km

0
39

[ad_1]

Debu vulkanis menghujani sejumlah daerah di Kota Cilegon. Debu berwarna hitam itu terlihat menempel di kendaraan dan rumah warga.

PULOMERAK – Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda hingga kemarin masih terus memuntahkan debu vulkanis. Bahkan, ketinggian semburan debu bisa mencapai sepuluh kilometer.

Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat Lutfi Fitriano saat ditemui di pos pemantau cuaca di Pelabuhan Merak menjelaskan, Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi dan memuntahkan debu vulkanis.

Dengan ketinggian semburan debu vulkanis yang mencapai sepuluh kilometer, sebaran debu tersebut berpotensi hingga ke Cilegon, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Pandeglang. Namun, sebaran debu itu bergantung pada kecepatan dan kekuatan angin.

“Sebaran debu vulkanis masih di wilayah Selat Sunda. Sebarannya itu bertiup dari barat daya, artinya dia bisa masuk ke wilayah Pandeglang, Cilegon, Anyar, dan Merak karena arahnya ke barat daya,” ujar Lutfi, Kamis (27/12).

Kata Lutfi, jika kecepatan dan kekuatan angin tidak terlalu besar, sebaran debu hanya terjadi di sekitar perairan Selat Sunda. Kalaupun sampai ke Kota Cilegon, Anyar, dan Pandeglang, ketebalan tebu itu sangat tipis seperti halnya terjadi pada Rabu (26/12) sore lalu.

Terkait cuaca hari ini, cuaca di Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang lebih baik. Intensitas hujan mulai menurun sehingga bisa membantu evakuasi atau pun mitigasi di wilayah yang terdampak tsunami.

Sementara itu, pengamat Gunung Api Anak Krakatau Windi Cahya menuturkan, pada periode pengamatan Kamis, 27 Desember 2018 pada pukul 12.00 hingga 18.00 WIB gunung setinggi 338 MDPL itu masih mengalami erupsi.

Secara visual, asap kawah bertekanan kuat teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal dan tinggi 2.000 hingga 2.500 meter di atas puncak kawah. “Teramati awan panas ke arah selatan yang sudah mencapai lautan. Terdengar suara dentuman di pos PGA (pengamatan gunung api),” ujar Windi.

Dengan aktivitas tersebut maka gunung yang berada di Lampung Selatan itu dalam level III atau siaga. Masyarakat direkomendasikan tidak mendekati kawah dalam radius lima kilometer dari kawah. (Bayu M/RBG)

[ad_2]

Sumber

Comments are closed.