Malam Tahun Baru, Kepala Daerah Imbau Warga Lakukan Kegiatan Ibadah

0
46

[ad_1]

SERANG – Kepala daerah di delapan kabupaten kota kompak. Momen berduka karena peristiwa tsunami Selat Sunda membuat mereka berempati dengan mengeluarkan imbauan larangan merayakan pergantian tahun secara berlebihan.

Kebijakan dikeluarkan oleh Walikota Serang Syafrudin, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Bupati Pandeglang Irna Narulita, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, dan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar.

Walikota Serang Syafrudin meminta masyarakat dan pegawai Pemkot Serang agar malam pergantian tahun tidak diisi dengan kegiatan hura-hura. Itu dilakukan mengingat belum lama ini terjadi tsunami Selat Sunda yang merenggut korban jiwa.

Larangan tersebut tertuang dalam Imbauan Walikota Serang Nomor 451/13377-Kesra/XII/2018 yang ditandatangani, Rabu (26/12).

Terdapat empat imbauan. Pertama, menjaga kerukunan dan memelihara toleransi antarumat beragama dalam melaksanakan ibadahnya masing-masing. Kedua, tidak merayakan malam Tahun Baru dengan kegiatan yang tidak bermanfaat seperti hura-hura, pelanggaran hukum, dan asusila. Ketiga, mengisi kegiatan dengan hal-hal positif seperti kegiatan keagamaan, kegiatan sosial, dan kegiatan kemanusiaan. Keempat, selalu waspada di tempat wisata yang berpotensi bencana seperti pantai dan gunung, berkenaan cuaca yang sering berubah-ubah.

“Daripada berhura-hura dalam mengisi malam pergantian tahun lebih baik diisi dengan zikir atau istighotsah di masjid,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Puspemkot Serang, Jumat (28/12).

Zikir dan istighotsah yang dimaksudkan Syafrudin dalam rangka mendoakan saudara-saudara di Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Serang dan Pandeglang yang menjadi korban tsunami Selat Sunda agar diberikan kesabaran dan ketabahan. “Mendoakan agar saudara-saudara yang terkena bencana tsunami Selat Sunda, yang meninggal semoga khusnul khotimah, yang luka-luka (sakit) segera disembuhkan, dan diberikan kesabaran dan ketabahan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kota Serang Amas Tadjuddin mengatakan, saat ini Banten sedang berduka. Tsunami Selat Sunda telah mengakibatkan korban jiwa, harta, dan kemanusiaan. “Sebaiknya warga Banten berempati dan turut berduka. Selain membatu korban, kami juga mengajak untuk mendoakan keselamatan serta kesabaran keluarga korban,” katanya.

“Oleh karena itu, MUI mengimbau malam Tahun Baru harap diisi zikir dan doa, cukup sudah peringatan Tuhan untuk kita,” sambung Amas.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengimbau kepada RT, RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk menghindari kerumunan dan tidak merayakan Tahun Baru yang bertentangan dengan peraturan dan norma hukum yang berlaku. “Mengisi pergantian Tahun Baru dengan muhasabah diri melalui salat berjamaah, zikir bersama, istighotsah, dan pengajian di masjid atau musala,” ujar Edi dalam surat edaran tersebut.

Ia mengimbau pengelola tempat hiburan malam agar tidak membuka kegiatan pada malam pergantian tahun demi menjaga situasi, kondisi keamanan, ketenteraman, dan ketertiban umum di masyarakat.

Senada dengan itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita meminta warga agar tidak membakar kembang api dan petasan karena mengganggu dan membahayakan orang lain. “Warga juga diharapkan tidak meniup terompet terutama di jalan-jalan utama dan tempat umum. Warga juga diharapkan tidak konvoi kendaraan bermotor, terlebih lagi dengan ugal-ugalan dan mengganggu ketertiban lalu lintas. Kepada pemilik tempat hiburan malam serta kafe-kafe agar membatasi jam operasional, maksimal sampai pukul 24.00 WIB, serta tidak menyelenggarakan hiburan yang bersifat hura-hura,” katanya.

Menurut Irna, malam pergantian tahun harus diisi oleh kegiatan positif seperti istighotsah, membaca Alquran, membaca surat Yasin berjamaah, diskusi keagamaan, malam muhasabah, berdoa bersama, dan kegiatan positif lainnya. “Kepada tokoh agama, alimil ulama, pendeta, tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh-tokoh lainnya diharapkan memberi pemahaman kepada masyarakat khususnya generasi muda agar menaati imbauan ini. Kepada petugas Satpol PP agar mengawal pelaksanaan edaran ini dengan baik,” katanya.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengajak masyarakat untuk sama-sama introspeksi diri di malam Tahun Baru. “Mari sama-sama kita menjadikan pergantian Tahun Baru 2019 ini sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri dalam upaya menatap masa depan yang lebih baik dan berkualitas!” ungkapnya. (fdr-jek-bam-dib-nce-you-mg08-mg03/air/dwi)

[ad_2]

Source link

Comments are closed.