Empat Warga Diduga Keracunan Makanan Takjil

0
45

CILEGON (BTP) – empat orang warga dari Kecamatan Citangkil dan Cilegon terpaksa dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit Kurnia lantaran diduga keracunan makanan setelah makan kolak biji salak saat berbuka puasa yang dibeli korban dari penjual takjil, Kamis (09/05/2019).

Riri Andriyadi, salah seorang korban harus menjalani perawatan di rumah sakit karena merasakan pusing dan mual serta perutnya sakit setelah memakan kolak biji salak yang dibeli dari penjual takjil di pinggir jalan.

“Kepalanya pusing, mual dan perutnya sakit habis makan kolak biji salak, belinya di pinggir jalan dekat sekitaran Taman Jombang,” katanya.

Riri mengaku, setelah makan waktu buka puasa bersama suami biasa saja, namun beselang beberapa jam dia merasa sakit perut dan sering buang air besar sehingga terpaksa berobat ke rumah sakit.

“Bolak balik ke WC sampai saya lemas yang akhirnya saya bersama suami yang juga ikut menyantap kolak biji salak ikut-ikutan merasa pusing dan mual hingga akhirnya dokter menyarankan untuk dirawat,” ujarnya.

Hal senana juga diungkapkan Sahroni warga Kecamatan Cilegon yang tergolek lemas setelah menyantap menu buka puasa kolak biji salak dari tempat yang sama.

“Saya sempat curiga pak, karena merasakan mual setelah bau menyengat dan rasanya asam sampai istri saya langsung mengambil kolak yang saya makan dan membuangnya,” tuturnya.

Sementara itu, beberapa saat kemudian petugas Surveilan Investigasi Krisis Kesehatan (SIK) Dinas Kesehatan Kota Cilegon mengunjungi para pasien untuk mengetahui kondisi pasien yang sedang menjalani perawatan.

Kasi SIKK Dinkes Kota Cilegon, Tatang Priyatna berjanji, akan mengecek kebenaran tentang laporan warga yang mengalami keracunan tersebut. Pihaknya akan mengambil sempel makanan untuk dicek di laboratorium.

“Tidak bisa memastikan itu makanan dari pedagang takjil atau bukan. Yang pasti kita akan cek makanan tersebut serta berkoordinasi dengan BPOM untuk melakukan pemeriksaan makanan takjil yang dijual di sepanjang jalan,” jelasnya. (AKA/BTP)

Comments are closed.