Kata Sekda Banten Masyarakat Adalah Subjek Pembangunan

0
51

SERANG (BTP) – Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar menyatakan, pemerintah harus merubah paradigma tentang posisi masyarakat yang selama ini hanya menjadi objek pembangunan.

“Kita harus merubah paradigma masyarakat bahwa masyarakat itu adalah subjek pembangunan bukan lagi objek,” tutur Al Muktabar saat membuka rapat koordinasi reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan di Aula Bapeda Provinsi Banten KP3B Curug Kota Serang, Kamis (13/06/2019).

Sekda menyampaikan, Pemerintah Provinsi Banten sangat serius dalam merespon kebijakan-kebijakan nasional. Sehingga dalam penanganan dampak sosial program tersebut harus memposisikan masyarakat menjadi subjek pembangunan dan kesetaraan terhadap masyarakat yang terdampak.

“Apabila kesetaraan tersebut terjalin maka masyarakat akan mempunyai rasa memiliki terhadap pembangunan tersebut,” jelas sekda.

Al Muktabar juga menginginkan adanya keterbukaan dalam proses reaktivasi sehingga tidak terjadi prasangka buruk dari masyarakat. Sekda juga menitipkan pesan untuk memunculkan kearifan lokal dalam rangka membangun kesetaraan dan keadilan.

“Karena kita tidak ingin efek dari pembangunan tersebut berakibat buruk kepada proses pembangunan reaktivasi jalur kereta api,” ungkap Al Muktabar.

Untuk diketahui, reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung-Labuan akan dilakukan dengan dua segmen. Segmen pertama sepanjang 18,7 km antara Rangkasbitung–Pandeglang pada Tahun Anggaran 2019–2021. Sedangkan segmen kedua sepanjang 37,7 km antara Pandeglang–Labuan pada Tahun Anggaran 2020–2022. Reaktivasi jalur kereta api tersebut bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah melalui penguatan konektivitas. (AKA/BTP)

Comments are closed.