Puluhan Pegawai Lapas Cilegon Ikuti Uji Fungsi Instrumen Asesmen

0
27

CILEGON (BTP) – Sebanyak 20 pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Cilegon mengikut Uji Fungsi Instrumen Asesmen oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam rangka revitalisasi menjadi Lapas Maximum Security.

Kesubag Kepegawaian Sekjen Direktorat Pemasyarakatan, Medi Oktafiansyah mengungkapkan bahwa uji fungsi instrumen asesmen ini dibagi menjadi dua termin yakni test tertulis dan wawancara.

“ini merupakan implementasi Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan. Diharapkan seluruh peserta mengikuti arahan oleh tim kami saat mengerjakan subtest sehingga dalam bapak ibu dapat mengerjakan test dengan baik dan memperoleh hasil sesuai yang diharapkan,” ujar Medi.

Sementara itu, Kepala Lapas Cilegon, Heri Aris Susila mengatakan, Asesmen yang diikuti oleh 20 pegawai Lapas Cilegon dimaksudkan untuk melihat apakah yang bersangkutan memiliki kompetensi sebagai jabatan fungsional umum (JFU) yang akan ditempatkan pada blok Maximum Sercurity.

“Karena Lapas Cilegon dicanangkan menjadi Lapas Maximum Sercurity tentunya pegawai yang ditugaskan dalam blok tersebut harus memiliki JFU yang kompeten, karena tidak mudah untuk bertugas dalam blok maximum sercurity,” katanya.

Heri menuturkan kedepannya nanti akan dibagi beberapa blok.

“Bisa dibilang ada beberapa blok yg terdiri dari blok maksimum, yang pengamanannya itu ketat. Tiap kamar ada CCTV nya dan 1 kamar ter isi dengan satu warga binaan. Kemudian nanti peruntukannya untuk napi yg hukumannya tinggi. Seperti teroris, macem-macem, tergantung dari putusan pengadilan nanti kita liat dari jenis hukumannya,” tuturnya (AKA/BTP)

Comments are closed.