Penderita TB di Kota Cilegon Terus Meningkat

0
53

CILEGON (BTP) – Minimnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa kesehatan akan penyakit tuberculosis (TB) diklaim menjadi penyebab meningkatnya jumlah penderita TB di Kota Cilegon.

Kepala Bidang Pencegahaan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, dr. Niniek Harsono menyatakan, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang sampai saat ini masih belum ditemukan solusinya. Dari data yang dimiliki selama 2018. Dinkes mencatat ada sebanyak 1.276 kasus yang ditangani.

“Inilah yang menjadi kendala bagi kami untuk menekan tingginya penyakit TB di Kota Cilegon. Para penderita TB harus mengikuti program pengobatan selama enam bulan. Jika penderita tidak mengonsumsi obatnya sekali, maka harus memulai program dari awal,” kata Niniek saat dikonfirmasi, Jumat (21/06/2019).

Niniek mengaku, kemunculan penyakit TB Resisten obat sudah menjadi ancaman untuk Indonesia. Dari tahun 2015-2018, kasus TB Resisten Obat di Cilegon mencapai 17 kasus. Diantaranya 4 orang masih dalam pengobatan, 5 orang dinyatakan sembuh, 2 orang default, pindah 2 orang dan meninggal dunia 4 orang.

Sementara untuk TB Sensitif semua kasus di 2018 sebanyak 1.321 dengan angka kesembuhan sebesar 87 persen, meninggal dunia 65 orang, 32 orang default dan 76 pindah orang.

Untuk mengantisipasinya, beberapa langkah dilakukan untuk mencegah penyakit TB. Salah satunya dengan pemeriksaan bakteriologis melalui pemeriksaan laboratorium atau dengan melakukan tes cepat melokuletur (TCM) terdiagnosis klinis dan pemeriksaan penunjang lainnya.

“Saya berharap, kita dapat bersama-sama menekan dan memberantas tingginya penyakit TB di Kota Cilegon,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon dr. Arriadna mengatakan penyebaran TB di Kota Cilegon pun tak bisa disepelekan. Pada tahun 2018, ditemukan 1.276 kasus di seluruh rumah sakit di Kota Cilegon.

“Kita mengajak kepada masyarakat untuk peduli terhadap penyakit TB. Karena penyakit ini masih yang menyebabkan kematian terbanyak ketiga di dunia,” katanya.

Bentuk kepedulian itu, lanjut Dona, yaitu dengan konsep TOSS TBC, atau Temukan, Obati Sampai Sembuh TB. Warga yang menemukan ada kasus TB diimbau untuk segera diobati ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Saya mohonkan kepada masyarakat bila menemukan pasien yang batuknya lebih dari tiga minggu tidak sembuh-sembuh, segera bawa ke Puskesmas untuk diperiksakan sehingga kiranya dapat dengan cepat diketahui. Kita bisa menekan angka penularan dan angka kesakitan TB di Kota Cilegon,” tuturnya. (AKA/BTP)

Comments are closed.