Angka Kemiskinan di Banten Dinilai Menurun

0
28

SERANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten merilis presentase penduduk miskin di Banten pada periode Maret 2019 mencapai 5,09 persen atau 654,46 ribu orang. Angka itu turun dibanding persentase pada September 2018 sebesar 5,25 persen atau 668,74 ribu orang.

Kepala BPS Provinsi Banten Adhi Wiriana mengatakan, persentase penduduk miskin di Banten pada Maret 2019 mencapai 5,09 persen. Selama enam bulan sejak September 2018 terjadi penurunan sebesar 0,16 poin.

“Itu sejalan dengan jumlah penduduk miskin di Banten. Ada pengurangan sebanayk 14,24 ribu jiwa pada Maret 2019 dibanding pada September 2018 yang saat itu sebanyak 668,74 ribu orang,” ujarnya, Rabu (17/7).

Ia menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kemiskinan di Provinsi Banten selama periode September 2018-Maret 2019. Pertama,  laju pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2019 sebesar 5,42 persen. Sedikit lebih rendah dibanding laju pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2018 sebesar 5,89 persen, meskipun tidak berkorelasi langsung.

Kedua, persentase penerima bantuan beras pra sejahtera yang didominasi oleh kelompok pengeluaran penduduk 40 persen terbawah sudah mencapai 57,01 persen. Ketiga, Nilai tukar petani (NTP) Maret 2019 sebesar 100,14 lebih tinggi dibanding September 2018 sebesar 99,26. NTP di atas 100 menunjukkan tingkat kesejahteraan petani lebih baik.

“Upah nominal buruh tani per hari pada Maret 2019 naik cukup signifikan yaitu sebesar 3,93 persen dibanding September 2018, dari Rp60.692 menjadi Rp63.080. Sejalan dengan itu, upah riil buruh tani per hari juga mengalami kenaikan sebesar 2,53 persen pada periode yang sama dari Rp43.601 menjadi Rp44.706,” ungkapnya.

Untuk garis kemiskinan sendiri pada periode September 2018-Maret 2019 naik sebesar 2,80 persen. Dari Rp450.108 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp462.726 per kapita per bulan pada Maret 2019.
 
Dipaparkan Adhi, sementara untuk gini ratio atau tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Banten pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,365. Angka itu turun 0.002 dari September 2018 sebesar 0,367. “Gini ratio di perkotaan untuk September 2018 Maret 2019 turun dari 0,362 menjadi 0,360. Pun demikian di perkotaan dari 0,299 menjadi 0,294 pada periode yang sama,” paparnya.

Lebih lanjut dipaparkan Adhi, secara umum periode 2002–2019 tingkat kemiskinan di Banten cenderung menurun. Baik dari sisi jumlah maupun persentase, kecuali pada 2006, September 2013, Maret 2015, September 2017 dan September 2018.

“Kenaikan jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode tersebut dipicu oleh kenaikan harga barang kebutuhan pokok sebagai dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak,” ujarnya. (Us/red)

Comments are closed.