FSBKS Nilai Silmy Karim Tak Cocok Jadi Dirut PT. KS

0
35

CILEGON – (BTP) – Polemik restrukturisasi buruh outsourcing PT. Krakatau Steel (KS) terus bergulir. Ratusan buruh outsourcing ini menilai program restrukturisasi yang dilakukan oleh Direktur Utama PT. KS Silmy Karim bukan sebuah prestasi, melainkan kegagalan.

“Ini keputusan abal-abal, karena restrukturisasi bertujuan mengoptimalkan perusahaan yang sudah menguntungkan, bukan perusahaan yang bermasalah. Oleh karena itu, Dirut saat ini meski hebat cocoknya dijadikan direktur pengembangan, bukan jadi Dirut BUMN,” kata Kepala PUK PT. PSB yang tergabung dalam
Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) Nuryadin, kepada awak media, Jumat (26/07/2019).

Menurut Nuryadin, ada tidaknya Dirut saat ini tidak berpengaruh pada perusahaan. Karenanya, selama ini anak perusahaan kondisi stabil dan masih menguntungkan. Oleh karena itu, ia mempertanyakan tujuan utama restrukturisasi, jika tujuannya memajukan PT. Krakatau Steel, jelas program tersebut tidak akan berhasil.

“Program restrukturisasi ini tidak ada yang menjamin keberhasilannya, termasuk Dirut PT. KS nya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa akibat program restrukturisasi sebanyak 319 buruh outsourcing kini dirumahkan. Hal tersebut akibat Dirut PT. KS hanya memikirkan keuntungan, tidak memiliki dampak sosial.

“Kalau mau mencari untung saja, kenapa tidak jadi marketing saja,” ungkapnya.

Nuryadin menambahkan, jika melihat program restrukturisasi yang terkesan dipaksakan tersebut, pihaknya mencurigai hanya untuk menutupi kasus-kasus direksi lama yang terjadi di PT. KS.

“Sebetulnya yang tahu betul tentang dalamnya krakatau steal adalah komisaris yang mengundurkan diri, sementara pak Silmy hanya tau kulit luar saja,” tandasnya.

Pihaknya juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam, karena mereka yakin dampak yang terjadi akibat restrukturisasi akan mempengaruhi daerah.

“Pemerintah daerah harusnya ikut bertanggung jawab, karena sampahnya akan tetap tertinggal di daerah,” pintanya. (RMP/BTP)

Comments are closed.