Ma’had Al-Jamiah UIN Banten Gelar Wisuda Angkatan ke-1

0
39

SERANG – Ma’had Al Jami’ah UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten menggelar acara wisuda mahasantri perdana angkatan ke-1 Rabu, (24/07/2019). Acara yang dilaksanakan di gedung aula Rektor ini dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkungan UIN SMH Banten, para dekan kepala dan para orangtua atau wali mahasantri Ma’had Al Jami’ah UIN SMH Banten.

Dalam kesempatan itu, kepala Ma’had Al-Jami’ah Aang safull Milah mengawali laporannya dengan menjelaskan makna penggunaan sarung, baju koko dan peci oleh para mahasantri adalah karena teringat sejarah Imam Syafi’i dan Maliki bin Anas ketika ibunya Imam Malik memakaikan pakaian ulama saat ia hendak belajar seraya berharap agar kelak menjadi ulama sampai terwujud.

“Untuk itu saya berharap para mahasantri juga menjadi ulama yang akhlaqnya tinggi dan rendah hati. Jadi Ma’had Al Jami’ah berharap walaupun pakaian sarung, baju koko dan peci tetapi menjadi ulama yang akhirnya tinggi dan rendah hati,” ucapnya.

Diketahui jumlah wisudawan mahasantri angkatan pertama adalah sebanyak 42 orang, namun satu orang mahasantri berhalangan hadir karena harus merawat ibunya yang sedang sakit.

Sementara itu, Rektor UIN SHM Banten Fauzul iman dalam sambutannya menyampaikan, bahwa salah satu alasan didirikannya Ma’had UIN adalah guna alumni-alumni UIN menjadi teknokrat- teknokrat dan ilmuwan-ilmuwan yang berkarakter Santri.

“Santri itu dididik oleh Al-Quran untuk tangguh tetapi mandiri, tetap tahan mentalnya walaupun tidak ada sekeliling orang-orang menjadi gantungan, dan ini juga menjadi bukti bahwa santri sejak zaman penjajah selalu Mandiri dan mampu melawan penjajahan dengan kemandiriannya,” katanya.

Rektorpun mengucapkan selamat kepada para mahasantri orang tua wali serta para Ustaz atau pengurus sebagai guru Fauzul juga memohon maaf Seraya berdoa semoga kita senantiasa diberikan semangat oleh Allah SWT.

“Selamat kepada mahasiswa antri kepada para orang tua guru-gurunya juga mohon maaf jika yang kami lakukan tidak seperti yang Bapak Ibu inginkan tetapi itulah kemampuan kami semoga Allah SWT tetap memberikan semangat kepada kita semua,” tuturnya.

Acara dilanjutkan dengan pelantikan wisudawan dan juga pemberian penghargaan kepada mahasantri terbaik disusul kemudian dengan penampilan-penampilan mahasantri seperti hafalan juz ke 30 berikut terjemahannya dan hafalan kitab Hadits berikut terjemahannya pula. (Advertorial)

Comments are closed.