Sejumlah Aktivis pemuda Bakal Gelar Muscab HIPMI Tandingan

0
25

CLEGON – (BTP) – Sejumlah aktivis organisasi yang mengklaim sebagai anggota dan pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Cilegon bakal merencanakan kembali menggelar Musyawarah Cabang HIPMI pada 8 Agustus 2019 mendatang di Hotel The Royale Krakatau.

Muscab ini diklaim sebagai program resmi pengurus BPC HIPMI Cilegon seiring berakhirnya periodesasi kepemimpinan Sutoha sebagai ketua umum, yang selanjutnya menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) dan kembali memilih ketua baru.

Diketahui, sebelumnya BPC HIPMI Cilegon juga telah menggelar Muscab di Hotel Mambruk pada 2 Juli 2019 lalu, dan Ketua BPD HIPMI Banten Dedi Muhdi dan Sutoha juga menghadiri secara resmi Muscab saat itu, dimana Ahmad Suhandi atau Andi Jempol terpilih secara aklamasi menggantikan Sutoha.

Dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Panitia, pada kamis (01/08/2019), mereka yang mengklaim sebagai pengurus BPC HIPMI Cilegon ini juga mengaku telah membentuk kepanitiaan Muscab. Meski dalam konferensi pers tersebut tidak dihadiri oleh Sutoha sebagai ketua, namun Iman Khadafi yang mengaku sebagai Ketua Panitia OC Muscab mengklaim bahwa langkahnya ini adalah sesuai kebijakan Ketua Sutoha.

“Sebagian besar pengurus akan mengadakan Muscab HIPMI, kita sudah berkoordinasi dengan pengurus BPD dan BPP insyaallah hadir di Muscab nanti,” kata Iman Khadafi, kepada awak media.

Sedangkan saat disinggung terkait telah dilakukannya Muscab BPC HIPMI Cilegon pada 2 Juli lalu, Iman Khadafi menilai Muscab yang mengangkat Andi Jempol saat itu tidak sah dan tidak sesuai aturan.

“Karena careteker sudah dicabut, Pak Sutoha masih berstatus ketua dong, apalagi saat Muscab di Mambruk sebagian besar pengurus BPC HIPMI tidak hadir. Pak Sutoha juga belum melakukan Laporan Pertanggung Jawaban sebagai ketua, jadi inilah dasar kita mengadakan Muscab,” ujar Iman.

Ditempat yang sama, Pengurus BPC HIPMI Cilegon lainnya, Saiful Asas menyatakan terbitnya carateker dari BPD HIPMI Provinsi Banten kepada kepengurusan Sutoha, yang dinilainya tanpa dasar walau akhirnya dicabut setelah pihak pengurus BPC melakukan protes.

“Adanya Muscab Mambruk kan diawali karena terbitnya carateker, karena kita protes ke BPD HIPMI akhirnya dicabut, dan otomatis kepemimpinan Pak Toha tidak bermasalah dan Muscab dikembalikan di BPC Cilegon,” jelasnya.

Saifullah Asas mengklaim kegiatan Muscab pada 8 Agustus nanti telah sesuai aturan organisasi.

“Kami menganggap Muscab Mambruk tidak ada, apalagi sebagian besar pengurus BPC tidak hadir. Jadi yang akan kami laksanakan Muscab sesuai mekanisme organisasi,” tegasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.