Hanggar Tak Layak Ditempat, PKL di Pasar Kranggot Malah Ditertibkan

0
31

CILEGON – (BTP) – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di jalur masuk pasar kranggot dan bantaran saluran air ditertibkan oleh petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon, selasa (06/08/2019).

Penertiban tersebut karena para PKL enggan menempati hanggar yang disediakan Pemkot Cilegon, dan malah berjualan di pinggir jalan.

“Saya sudah komitmen dengan Satpol PP untuk memberi kesempatan hingga tujuh hari ke depan, untuk pindah ke tempat yang sudah di sediakan. Dan jika masih membandel dan mencuri kesempatan berjualan di jalan, akan kami bongkar paksa,” ujar Kepala Disperindag Kota Cilegon, Tb. Dikrie Maulawardana, saat ditemui dilokasi penertiban PKL di Pasar Kranggot.

Dirinya mengungkapkan, hanggar yang disediakan untuk para PKL tersebut tidak sedikit, yakni lebih 163 unit. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi para PKL tersebut masih berjualan di jalan.

“Biasa namanya pedagang maunya di depan biar laku, padahal jika semuanya sudah pindah dan terisi semua pasti dagangannya laku,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Satpol PP Kota Cilegon Juhadi M Syukur mengakui bahwa hampir semua pasar mengalami masalah yang sama terkait PKL. Namun, Satpol PP dan Disperndag terus melakukan langkah persuasif guna mengatasi masalah PKL, pertama dengan sosialisasi kedua tindakan.

“Kami sudah berkomitmen, ngasih kesempatan kepada mereka selama satu minggu ini. Tapi jika mereka masih bandel, barang dagangan para PKL tersebut akan di sita untuk selanjutnya dibawa ke hanggar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang PKL Pasar Kranggot Heri menuturkan sudah dua tahun berjualan di pasar Kranggot. Dirinya mengaku masih berjualan di tepi jalan, karena memang hanggar yang diungkapkan oleh Disperindag dan Satpol PP tersebut, belum ada penempatan dan penyerahan oleh pihak Pemkot Cilegon.

“Kalau tempatnya layak saya mau, tapi ini mah lokasinya ga layak, jadi pengunjung dan pembeli juga enggan kesana,” tuturnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.