BMKG Berikan Edukasi Mitigasi Bencana Di Kalangan Industri

0
30

CILEGON – (BTP) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) menggelar seminar kebencanaan yang digelar di hotel the royale krakatau, Kota Cilegon, Selasa (27/08/2019).

Dalam seminar kebencanaan yang mengangkat tema edukasi dan peran industri dalam mengurangi resiko bencana menuju cilegon tanggap ini melibatkan sejumlah perusahaan di Kota Cilegon, juga kegiatan seminar ini dihadiri oleh sejumlah stakeholder terkait, baik dari Basarnas Banten, BPBD Provinsi Banten dan Kota Cilegon, Polres Cilegon, Kodim 0623 Cilegon, Lanal Banten dan sejumlah unsur perwakilan masyarakat.

Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya mengedukasikan kepada masyarakat salah satunya kepada pekerja dan kalangan industri harus tetap dilakukan, mengingat kawasan Selat Sunda masuk ke dalam wilayah rawan bencana.

“Dalam sejarah, selat sunda sudah berkali-kali terjadi tsunami. Makanya melihat dalam sejarah itu, masyarakat jadi perlu diedukasi supaya bisa tetap tenang dan tidak khawatir. Edukasi kebencanaan ini perlu supaya masyarakat bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” katanya.

Sementara itu, diakui Direktur Utama PT KIEC Priyo Budianto, akibat terjadinya musibah Tsunami pada akhir tahun 2018 lalu, banyak perusahaan besar seperti industri-industri kimia di Kota Cilegon menjadi khawatir terkait ancaman risiko bencana yang terjadi, sehingga menurutnya perlu diadakan langkah-langkah pentingnya upaya mengedukasi supaya industri juga ikut berperan saat bencana itu terjadi. Terlebih sejumlah perusahaan besar di Kota Cilegon berdiri di sepanjang pesisir pantai.

“Kejadian Tsunami tahun lalu, memang membuat kami pelaku industri cukup gelisah. Sehingga kita memerlukan juga pemahaman tentang kebencanaan. Bagaimana kalau terjadi, dan apa yang harus dilakukan dan apa yang mesti dipersiapkan. Sehingga saat itu (bencana-red) terjadi, minimal kita bisa mengurangi risiko – risiko yang ada, termasuk mengurangi jatuhnya korban jiwa,” ucapnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.