Habiskan 30 Juta Perbulan, Lapas Cilegon Bantah Terima Tips Dari Napi Kasus Narkoba

0
28

CILEGON – (BTP) – Kepala Keamanan dan Ketertiban Lapas kelas III Cilegon Raja Ismail, membantah menerima tips dari narapidana kasus narkoba Muhammad Adam.

Napi Cilegon yang sempat divonis mati namun dianulir MA menjadi 20 tahun tersebuy mengaku kerap makan enak, dengan biaya senilai Rp 30 juta perbulan, biaya tersebut tidak hanya untuk membeli makanan, melainkan juga memberi tips bagi petugas.

Hal ini diakui Adam saat konferensi pers di hadapan sejumlah wartawan di kediamannya di Perumahan Sukajadi blok Palm Ratu nomor 39, Batam Kota, Batam, Kepulauan Riau. Seperti di kutip di kompas.com

“Mekanismenya melalui koperasi, koperasi itu bekerjasama dengan mitra makanannya juga macam-macam, ada telor, ayam dan daging. Selain itu, kami juga mengizinkan jika ada pihak keluarga yang membawa makanan asal mau di geladah,” ujar Raja, jumat (31/08/2019).

Pihaknya mengatakan, untuk makanan di lapas cilegon sendiri tidak ada perbedaan, namun untuk koperasi pihaknya tidak mengetahui mekanismenya. Koperasi tersebut guna mencegah para petugas menjadi pesuruh para narapidana.

“Pihak ketiga (koperasi) ini untuk meminimalisir agar petugas tidak nenteng barang disuruh beli makanan, karena itu rawan dan pernah terjadi petugas disuruh nenteng barang ada narkobanya. Oleh karena itu, petugas dilarang membantu napi untuk nenteng barang,” tuturnya.

Kendato demikian, lanjut Raja, pihaknya meragukan jika biaya hidup Adam di lapas menghabiskan uang senilai Rp 30 juta dalam sebulan. Pasalnya, yang dirinya tahu harga pecel lele di koperasi hanya senilai Rp 25. 000 perporsi. Selain itu, gaya hidupnya sehari-hari tidak ada yang terkesan mewah.

“Dia kan Wakil Ketua DKM, jadi mungkin dia makan dengan teman-teman, jadi mungkin saja dia beli nasi 30 bungkus setiap hari,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.