Tanara Bakal Jadi Pusat Kajian Kitab Kuning dan Wisata Kuliner

0
26

SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang berencana akan bekerjasama dengan Negara Islam untuk pengembangan wisata religi di Kabupaten Serang. Hal itu, dikatakan Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah saat menadampingi Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya launching masterplan wisata religi di Ponpes An Nawawi Tanara, Kabupaten Serang.

Tatu mengaku, untuk mewujudkan wisata religi tersebut membutuhkan dana yang besar sehingga melibatkan beberapa pihak agar bisa dilaksanakan tanpa terkendala dana. “Yang sudah ada bahasa untuk membantu baru Saudi Arabia,” ungkapnya, Jumat (21/09/2019).

Perlu diketahui, dalam pengembangan tersebut Pemkab Serang juga akan membangun pusat kajian kitab kuning dan wisata kuliner. “ karena tidak mungkin Pemda bisa bangun sebesar itu. Kami akan buat proposal dan sebar ke negara Islam,” tegasnya.

Ia juga menilai, jika kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk menjaga kebersihan maka masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan oleh Pemkab Serang . “Tentu ini yang akan kita fokuskan dan besok kita kerahkan Dinas terkait untuk mensosialisasi soal kebersihan,” imbuhnya.

Sementara itu, Menpar Arief Yahya mengatakan, menyatakan untuk memulai pengembangan wisata religi Syekh Nawawi Albantani di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, ini lebih dahulu dengan membuat masterplan. “Untuk mewujudkan rencana tersebut Kemenpar berkerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Ada tiga hal yang harus diselesaikan tahun ini yakni, pembuatan masterplan yang hari ini kita luncurkan, pengembangan wisata religi, dan pengembangan wisata sungai di Kalimati,” kata Arief .

Ia menambahkan, masterplan pengembangan wisata religi tidak hanya di Tanara tetapi banyak tempat di Banten dengan tujuan agar wisatawan yang berkunjung ke Serang dan Banten memiliki lama tingggal lebih lama. “Kita harapkan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Banten bisa mencapai 8 hari sesuai standar nasional karena banyak destinasi wisata religi yang dapat dikunjungi yang sebelumnya akan kita tata agar lebih menarik,” tuturnya. (*)

Comments are closed.