Siswa SMK 4 Kota Serang Ciptakan Robot Mbot Pintar

0
40

SERANG – (BTP) – Wali Kota Serang Syafrudin apresiasi karya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Kota Serang yang mampu menciptakan robotik bernama MBOT tanpa bahan bakar dan tanpa kemudi untuk mengoprasikanya.

Robot MBOT ini berbentuk kendaraan yang mampu beroprasi meski tanpa pengemudi dan tanpa menggunakan bahan bakar. Selain itu, memiliki kelebihan sensor berhenti jika ada yang menghalangi, sensor jalan sesuai warna hingga sensor suara yang memberitahukan keberadaan.

“Meskipun SMK ranahnya Provinsi akan tetapi wilayahnya berada di Kota Serang. Oleh karena ini bagian dari Kota Serang juga. Dan hasil karya siswa siswa ini perlu diapresiasi dan di dukung” kata Wali Kota, senin (30/09/2019).

Wali Kota melihat kreasi siswa-siswa ini sangat luar biasa sekali, dan sangat bisa diterapkan di kendaraan besar sehingga tentunya prestasi yang patut diberikan dukungan di industri teknologi.

“Ini sama saja bisa membuat satu kendaraan yang lebih istimewa dari kendaraan yang sekarang. Dan bila di perbesar bisa seperti kendaraan yang biasa kita pakai tanpa harus ada pengemudi kendaraan ini bisa dioprasikan dan tanpa bahan bakar lanjutnya,” ujarnya.

Meskipun harus menggunakan jalur khusus, kata Syafrydin, untuk mengoprasikan hasil karya siswa-siswa SMK 4 ini dapat diaplikasikan di wilayah pemerintah untuk mobilitas para pegawai, sehingga bisa menurunkan polusi.

“Pemkot Serang akan mendukung hasil karya siswa-siswa SMK 4 ini dan bila program ini memungkinkan untuk dibantu, maka Pemkot Serang siap membantu. Karena ini adalah salah satu industri kreatif yang ada di Kota Serang, Kami akan lihat terlebih dahulu projek siswa-siswa ini apa akan di perbesar atau di perbanyak” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Teknologi Keahlian yang juga seorang guru Teno mengatakan, robot ini memilki konsep Smart City.

“Pengen Banten ini go green bersih dari polusi, dan kemarin kami belajar dari cina dan program juga kita aplikasikan dalam robotik ini,” katanya.

Prosesnya, kata Teno dibentuk tim dari para murid, dimana pembuatan modifikasinya dan pemograman selama tujuh hari, karena tingkat kesulitannya pada pemograman.

“Karena harus menggunakan sensor warna jalan suara. Jadi setiap gedung ini berhenti dan memberi tahu posisinya, ini aplikasinya untuk mobil besar ini masih disebut robot, kalau untuk mobil besar ini bisa bermain di sensor,” terangnya.

Ditempat yang sama Andreas salah satu siswa mengaku, kesulitan di pemograman karena membutuhkan beberapa hari, karena dari China program di modifikasi juga.

“Ini dikirim dalam bentuk rakitan, jadi kita merakit kembali, dan kita buat berbeda seperti sensor dan audio suaranya juga berbeda. Dan selesai satu minggu hingga enam harian, 35 persen saja tingkat kesulitan nya,” pungkasnya (MG/BTP)

Comments are closed.