Berbasis HAM, Lapas Cilegon Terapkan Layanan Kunjungan Online

0
20

CILEGON – (BTP) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Banten bersama rombongan melakukan audiensi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon, kamis (03/10/2019).

Audiensi tersebut dalam rangka memverifikasi secara langsung pemenuhan kriteria pelayanan publik berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) berdasarkan peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 27 Tahun 2018 tentang Penghargaan Pelayanan Publik Berbasis Hak Asasi Manusia, dimana hasil verifikasi tersebut akan dilaporkan kepada tim penilai sebagai usulan memperoleh penghargaan pelayanan publik berbasis HAM pada hari HAM se-dunia tanggal 10 Desember 2019 mendatang.

Hal-hal yang menjadi obyek verifikasi terkait pelayanan publik berbasis HAM adalah mekanisme pelayanan mulai dari Garda terdepan hingga proses akhir pelayanan tersebut, yakni pelayanan terhadap golongan yang berkebutuhan khusus yang mendapatkan prioritas dan yang sifatnya umum.

Tersedianya jalur-jalur bagi yang berkebutuhan khusus mulai dari ruang tunggu, ruang pelayanan, toilet dan yang bersifat perlakuan dari petugas khusus.

Kepala Lapas Kelas III Cilegon, Heri Aris Susila mengatakan, bahwa Lapas Cilegon banyak membuat terobosan inovasi terbaru yaitu layanan kunjungan online. Layanan kunjungan online ini dimaksudkan untuk pengunjung warga binaan yang tidak mendapatkan akses masuk ke dalam lapas dikarenakan tidak membawa identitas atau tidak berpakaian sesuai peraturan tetapi tetap dapat bertatap muka dengan warga binaan melalui video call.

“Pelayanan publik berbasis HAM pada Lapas Cilegon sudah berjalan selama satu tahun, tahun lalu kami mendapatkan penghargaan atas pelayanan publik berbasis HAM, dan untuk tahun ini kami membuat terobosan terbaru, yaitu Layanan Kunjungan Online,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Banten Imam Suyudi menjelaskan, penilaian adalah pemenuhan target kinerja yang dibebankan oleh bidang pemasyarakatan.

“Namun kita tidak bisa mengatakan bahwa kita sudah bekerja dengan baik jika indikator dan laporan serta dokumentasi tidak mendukungnya,” jelasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.