4 Cerita Menarik Ruben Onsu Ikut Prosesi Adat demi Betrand Peto, Diolesi Darah Ayam hingga Bertemu Orangtua Kandung

0
34

Bantentop.com – Presenter Ruben Onsu beberapa waktu lalu berkunjung ke Pinggong Cancar, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, kampung halaman Betrand Peto.

Ruben bersama istrinya, Sarwendah melakukan serangkaian upacara adat untuk mengangkat Betrand menjadi anak mereka.

“Akhirnya tanggal 5 saya memutuskan untuk datang ke NTT, Manggarai, Pinggong, Dari situ acara adat ini berlangsung sakral sekali,” kata Ruben dalam acara Brownies di Gedung Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Senin (7/9/2019).

4 cerita menarik dari perjalanan Ruben Onsu saat upacara adat pengangkatan Betrand Peto jadi anaknya.

1. Jalan 50 meter dan diolesi darah ayam

Ruben bercerita, dia harus menyusuri jalan sepanjang 50 meter sambil menjalani ritual-ritual, hingga disambut oleh kepala desa di sana.

“Jadi kita dijemput sama kepala adatnya, terus disambut dulu kayak sahut-sahutan dulu, dari situ baru masuk ke dalam rumah dan sakral,” sambungnya.

Saat di dalam rumah, Betrand dipisahkan dengan Ruben dan Wendah. Dia berada di suatu ruangan untuk diberi nasihat dan petuah oleh kedua orangtuanya.

“Di ruangan itu Betrand diberikan sebuah bacaan khusus di mana, bagaimanapun rohnya Betrand tidak boleh keluar, tetap ada di sana, hanya dipercayakan untuk bisa dibesarkan oleh saya dan Wendah, Betrand dikasih petuah-petuah oleh orang tuanya,” ujar Ruben.

Setelah itu, Betrand baru dipertemukan oleh Ruben. Mereka sempat diolesi darah ayam sebagai salah satu ritual.

“Yang merah-merah itu adalah darah ayam di mana leluhur itu tidak akan pergi dan selalu melindungi Betrand jadi ditaruh di dadanya dia telapak tangan telapak kaki jadi mengirim setiap langkahnya dia semuanya saya dan Wendah juga,” kata Ruben.

2. Sarwendah seolah mengandung Betrand Peto

Ruben mengatakan, Wendah menganggap proses yang harus mereka lalui itu sebagai masa di mana dia sedang mengandung Betrand Peto.

“Buat saya segala proses kemarin untuk membuktikan, saya bertemu dia di usia 14 tahun tapi saya sudah menganggap Betrand lahir di kami. Istri saya menguatkan saya, segala rintangan yang kita lewati saat ini itu Wenda menganggap dia lagi hamil Betrand,” tutur Ruben.

“Anggap aja kita lagi hamil 5 bulan, 6 bulan kalau ada masalah lagi, ini kita lagi di 6 bulan nih, Wenda bilang saya tidak melahirkan dia, tapi proses ini saya menganggap ini proses kehamilan,” katanya.

Ruben pun kini masih berjuang untuk menjadikan Betrand menjadi anak sah nya secara hukum negara.

3. Alasan Ruben pilih tanggal 5

Ruben Onsu punya alasan tersendiri memilih tanggal 5 Oktober 2019 menjadi hari upacara adat untuk mengangkat Betrand menjadi putranya.

Ruben mengatakan, tanggal 5 memiliki makna khusus bagi dia dan Wendah. Sebab, dua putrinya lahir di tanggal 5.

“Tanggal baik, hari baik dan semua ada perhitungannya. Saya sama kayak semua anak saya lahir di tanggal 5, Thalia, Thania tanggal 5, Betrand pun tanggal 5, kemarin tanggal 5 berangkatnya,” kata Ruben.

Ruben melanjutkan, tanggal 5 Oktober 2019 menjadi tanggal kelahiran Betrand Peto.

4. Pertemuan Ruben-Wendah dan kedua orangtua kandung Betrand Peto

Ruben Onsu bercerita, ada pertemuan khusus antara dia, Sarwendah dan kedua orangtua Betrand Peto saat mereka berkunjung ke Pinggong Cancar, Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

“Pertemuan itu pribadi sifatnya. Saya ada obrolan khusus dengan Betrand dengan orangtuanya Betrand. Itu hanya Betrand papa, mamanya, saya dan Wendah,” ucap Ruben

Ruben mengaku, saat itu orangtua Betrand banyak bercerita tentang masa kecil putra mereka.

“Cerita Betrand seperti apa, cerita Betrand yang buat Betarnd ada beberapa hal yang dia tidak ingat sewaktu kecil. Papa mamanya cerita,” tutur Betrand. (vha/red)

Sumber: Kompas.com

Comments are closed.