2 Orang Ditetapkan Tersangka, Kejari Cilegon Buru Tersangka Lain Kasus Korupsi JLS

0
31

CILEGON – (BTP) – Setelah ditetapkan 2 (Dua) orang tersangka kasus proyek pembangunan di Jalan Lingkar Selatan (JLS) berinisial B dan S oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon, tidak menutup kemungkinan akan adanya penambahan tersangka lainnya mengingat kerugian negara ditaksir sekitar 1 miliar rupiah.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Cilegon, David Nababan, saat dikonfirmasi mengatakan, dua tersangka tersebut berstatus sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pelaksana Proyek. Sementara pihak-pihak lain yang terkait pembangunan Jalan Lingkar Selatan masih terus di lakukan pendalaman.

“Kita masih mendalami ini, apabila ditemukan bukti yang cukup kuat, bahwa akan adanya kelanjutan perkara ini dan menambah jumlah tersangka, kita akan umumkan lagi,” katanya, rabu (09/10/2019).

David melanjutkan, dari 20 hingga 25 orang saksi yang telah diperiksa, arah dugaan tindak pidana korupsinya saat ini masih dititik beratkan pada PPK dan Pelaksana Pekerjaan. Disinggung ada tidaknya kemungkinan untuk memanggil pihak-pihak terkait lain seperti, PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) dan PKA (Pengguna Kuasa Anggaran), dirinya menjawab ada kemungkinan.

“Ada bang, nanti setelah naik ini, kita akan buat Berita Acara Pemeriksaan baru lagi terkait peran dan serta terhadap 2 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini. Namun apabila ada keterangan dari saksi-saksi ini, yang memberatkan terhadap salah satu saksi lain, itu nanti kita bisa ekspos untuk dinaikan statusnya sebagai tersangka,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pemerhati Pembangunan Kota Cilegon, Juli Tresno Ajie menanggapi hal tersebut, sangat mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Cilegon, kendati demikian dirinya akan terus mengkritisi kerjasama yang di lakukan antara TP4D dengan dinas-dinas yang ada di Kota Cilegon.

“Dengan adanya penetapan 2 tersangka, terkait dengan proyek pembangunan di Jalan Lingkar Selatan, saya sangat mengapresiasi kinerja kejari kota Cilegon. Paling tidak ini menjadi perhatian untuk seluruh dinas-dinas yang ada di Kota Cilegon, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Cilegon,” katanya.

Terkait dengan kerjasama antara TP4D dengan dinas- dinas, Julie berharap dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih optimal.

“Saya akan selalu mengkritisi kemitraan antara TP4D dengan beberapa dinas, karena saya perhatikan juga, ada beberapa proyek yang memang ada plang TP4D tetapi saya perhatikan, tidak ada pengawasan langsung oleh Kejari Cilegon,” harapnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.