Ratusan Nelayan Unjuk Rasa Di Tengah Laut Usir Kapal Penyedot Lumpur

0
33

SERANG – (BTP) – Ratusan nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Kampung Pangsoran, Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang menggelar aksi unjuk rasa menolak kegiatan reklamasi perluasan proyek jetty atau dermaga yang dilakukan sebuah perusahaan kawasan industri terpadu PT. Wilmar pada minggu siang, (13/10/2019).

Berdasarkan pantauan di lapangan, para nelayan dengan menggunakan puluhan perahu berbondong-bondong beriringan menuju lokasi kegiatan reklamasi yang berada di tengah laut. Setibanya di lokasi, para nelayan melakukan orasi dan mengusir dua unit kapal penyedot lumpur yang sedang beroperasi.

Koordinator Aksi Sarkani mengatakan, pihaknya menuntut perusahaan PT. Wilmar agar menghentikan kegiatannya karena dianggap bisa mengancam kehilangan mata pencaharian mereka saat menangkap ikan.

“Kami meminta kepada PT. Wilmar agar menghentikan kegiatan reklamasi penyedotan lumpur di perairan tersebut karena mata pencaharian kami dalam menangkap ikan akan kehilangan akibat adanya aktifitas reklamasi serta mengancam akan merusaknya ekosistem biota laut,” katanya.

Sarkani mengaku, para nelayan juga selalu diusir oleh pihak perusahaan (security) dan ditutup saat melakukan pencarian ikan, karena biasanya para nelayan mencari ikan di sekitar perairan ini selalu banyak menghasilkan tangkapan ikan.

“Pihak perusahaan PT. Wilmar ini menanamkan investasinya untuk reklamasi senilai seratus tiga puluh triliun dengan panjang dermaga 2,5 kilometer yang memanjang ke dasar laut tidak ada iktikad baik terhadap para nelayan. Dan kami (nelayan.red) juga mengancam akan terus melakukan aksi unjuk rasa dengan jumlah masa yang lebih besar apabila tuntutan para nelayan Bojonegara tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan dan para nelayan juga akan melayangkan surat penolakan kepada pemerintah terkait agar aktifitas reklamasi di perairan tersebut dapat dihentikan,” ujarnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.