Pameran Pekan Raya Serang, DPKPTB Suguhkan Konsep Digital Milenial

0
27

SERANG, (BTP) – Pada kegiatan Pameran Pekan Raya Serang atau Pesta Rakyat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Serang ke 493, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang menggelar berbagai lomba dan hiburan pada stand yang diikutsertakan dalam pameran tersebut.

Dalam kegiatan yang digelar selama tiga hari, Rabu-Jumat (23-25/10/2019), DPKPTB menggelar lomba photo/selfie, lomba ucapan HUT Kabupaten Serang, hingga berbagai kuis dan hiburan live musik. Stand pameran dengan konsep digital milenial tersebut, mampu menyita perhatian para pengunjung serta banyak dikunjungi kaula muda.

Panitia stand Pameran DPKPTB Kabupate Serang Ferry Susanto, yang juga sebagai Kasubag Umum dan Kepegawaian menyampaikan, bahwa stand pameran DPKPTB Kabupaten Serang pada giat Pameran Pekan Raya Serang yang di Gelar di Pamarayan ini mengusung konsep Digital Milenial.

Ferry menjelaskan, jika sebelumnya berbagai program dan kegiatan DPKPTB Kabupaten Serang disuguhkan dalam bentuk foto-foto, maka kali ini program dan kegiatan tersebut disajikan dalam bentuk info grafis sehingga lebih mudah dipahami dan menarik untuk dilihat para pengunjung.

Selain itu, pihaknya juga menyediakan beberapa photo booth, kuis dan hiburan live musik untuk menarik para pengunjung yang datang ke stand DPKPTB Kabupaten Serang. “Alhamdulillah pengunjung pameran sangat antusian mengunjungi stand kita, kita juga gelar lomba photo/selfie, lomba ucapan HUT Kabupaten Serang ke-493, hingga kuis-kuis dengan hadian menarik. Kita juga berikan doorprize 2 buah sepedah untuk pemenang lomba. Tahun ini tentunya lebih meriah,” ujar Ferry.

Panitia stand Pameran DPKPTB Kabupate Serang Ferry Susanto saat memberikan hadiah doorprize kepada pemenang lomba

Sementara itu, Kepala DPKPTB Kabupaten Serang Ir. H. Irawan Noor, MM mengucapkan selamat HUT Kabupaten Serang ke-493. Ia mengatakan, di usia yang cukup matang, Kabupaten Serang masih dihadapkan dengan adanya beberapa persoalan. Oleh karennanya, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Serang terus berupaya mendukung target pembangunan maupun harapan masyarakat agar dapat segera terwujud diantaranya yaitu, pemerataan pembangunan dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Serang.

Irawan menjelaskan, bahwa pokok dan fungsi dinas Perumahan kawasan permukiman dan tata banguna yang pertama yaitu menangani urusan Perumahan dan permukiman, kemudian yang kedua adalah urusan tata bangunan.

Irawan menjelaskan, untuk tata bangunan tersebut terbagi ke dalam beberapa kelompok diantarnya bangunan gedung pemerintaha, bangunan fasilitas pelayanan umum, gedung pendidikan dan bangunan kesehatan. Sementara khusus dibidang Perumahan dan permukiman DPKPTB telah berupaya semaksimal mungkin melakukan percepatan pelayanan di bidang pelayanan air bersih.

“Sebagaimana kita bisa mendukung program nasional yang disebut dengan akses universal ya itu 100 persen terlayani air bersih, 0 persen kawasan kumuh, artinya tidak ada lagi kawasan kumuh,” ujarnya.

Ditempat yang sama Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah saat membuka acara Festival Bedolan Pamarayan dan Pesta rakyat mengatakan, bahwa festival bedolan Pamarayan tahun ini dikemas sebagai pesta rakyat dengan dipamerkannya ribuan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) serta ekspose pembangunan Kabupaten Serang.

“Kita hadirkan produk UMKM Kabupaten Serang yang tidak kalah dengan daerah lain. Festival Bedolan Pamarayan ini bisa menjadi pesta rakyat Kabupaten Serang yang bisa menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” ujarnya.

Suasana pembukaan Festival Bedolan Pamarayan dan Pameran Pekan Raya Serang

Sekedar diketahui, Festival Bedolan Pamarayan merupakan agenda tahunan Pemkab Serang. Bedol atau Bedolan Pamarayan bermakna membuka semua pintu Bendungan Pamarayan yang merupakan tradisi yang dimulai sejak zaman Belanda, untuk mencitrakan bahwa bendungan ini adalah milik rakyat.

Bedolan Pamarayan yang di masa lampau menjadi pesta para petani saat memasuki musim tanam dengan ramai-ramai menangkap ikan di sekitar Bendungan Pamarayan. Tradisi ini sempat punah, dan dihidupkan kembali Pemkab Serang sejak 13 Oktober 2018.

Tahun ini, Pemkab Serang membuat Bedolan Pamarayan sedikit berbeda. Bendungan Pamarayan hanya dibuka selama 4 jam karena terjadi kemarau ekstrim dan khawatir menguras air di hulu sungai. Namun pantia menyediakan area sungai seluas 3.4 hektare dan menebar ikan sebanyak 3 ton ikan.

Selain itu, pada festival ini dihadirkan berbagai kesenian khas Sunda dan khas Kabupaten Serang. “Selain sebagai ajang promosi potensi wisata, Festival Bedolan Pamarayan ini ajang menampilkan kesenian yang sudah mulai jarang dilakukan. Agar kesenian Bangsa ini bisa terus dilestarikan,” tandas Tatu. (Advertorial)

Comments are closed.