Anggota DPRD Banten Minta Pemerintah Daerah Cepat Tanggap Atasi Masalah Kekeringan

0
58

SERANG – Anggota DPRD Banten dari PAN asal daerah pemilihan Pandeglang Hadi Mawardi turut prihatin dengan kondisi kekeringan yang melanda beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Dirinya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait dapat bertindak cepat dalam menangani kekeringan.

“Saya berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat cepat tanggap dalam menangani permasalahan kekeringan yang melanda di Kabupaten Pandeglang,” ujarnya belum lama ini.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten bisa saling membantu terutama pasokan air bersih serta menyiapkan bantuan benih padi bagi petani yang terkena dampak gagal panen akibat kekeringan.

“Bagi warga terdampak kekeringan semoga ada bantuan air bersih dan bantuan benih padi bagi petani yang mengalami gagal panen akibat bencana kekeringan ini,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Surya Darmawan mengatakan, bahwa pihaknya telah mengusulkan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati, tentang penetapan status Pandeglang dalam kondisi darurat kekeringan. Usulan tersebut didasari dengan terjadinya kekeringan yang melanda 14 kecamatan.

”Sudah ada 14 kecamatan yang terdampak kekeringan. Kita sedang mengusulkan untuk munculnya Surat Keputusan Bupati, siaga kekeringan,” ujarnya.

Menurutnya, dengan diterbitkannya SK penetapan darurat kekeringan diharapkan ada tambahan bantuan dari BPBD Provinsi Banten. Adapun untuk 14 kecamatan yang dilanda krisis air itu meliputi Kecamatan Cikeusik, Munjul, Picung, Sobang, Angsana, Sukaresmi, Patia, Bojong, Labuan, Cibaliung, Sindangresmi, Picung, Menes dan Kecamatan Pagelaran.

Namun, kata dia, kekeringan yang terjadi di 14 kecamatan tersebut tidak terjadi di semua desanya. Namun hanya terjadi di satu hingga tiga desa, di tiap kecamatannya. Untuk menangani persoalan tersebut, kata Surya, saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan PDAM, dan relawan kemanusiaan dan tiga unit kendaraan truk tangki air yang selalu disiagakan milik BPBD.

”Untuk saat ini masih bisa ditangani, karena kita salurkan air bersih itu untuk kebutuhan pokok, seperti minum dan memasak,” pungkasnya. (Adv)

Comments are closed.