SERANG, (BTP) – Untuk menuntaskan pengangguran serta kemiskinan yang ada di Kota Serang, industri kreatif dan UMKM diminta untuk memaksimalkan pembinaannya.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan bahwa banyak industri kreatif dan UMKM yang ada di Kota Serang belum maksimalnya dalam hal pembinaan. Sehingga ia pun berharap kepada Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Serang dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Serang.

“Saya berharap kepada kadin barusan dilantik terutama bisa bersinergi dengan Pemkot, selama ini kota Serang banyak industri kreatif dan UMKM yang belum maksimal pembinaan nya, dan juga para pengusaha yang hadir di Kota Serang,” ujarnya saat usai menghadiri pelantikan dan rapat kerja pengurus KADIN Kota Serang Periode 2019-2024 di salah satu rumah makan yang ada di Kota Serang, Kamis (14/11).

Ia juga berharap kepada pengurus KADIN saat ini dapat mengentaskan kemiskinan yang ada di Kota Serang.

“Saya kira pengusaha kecil menengah dan besar, kewajiban kadin ini mengadakan pembinaan sekaligus juga mengarahkan para pengusaha bisa berjalan maju dan lancar,” katanya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Serang Kevin Hairunnisa mengatakan bahwa dari visi misi pengurusnya saat ini untuk meningkatkan UMKM melalui koperasi bisa memberdayakan masyarakat kecil.

“Bagaimana ekonomi kreatif itu berbicara 4.0, ekonomi kreatif menjadi rujukan kita bahwa kaum milenial itu harus berbicara ekonomi kreatif, sehingga pengentasan pengangguran bisa kita entaskan. Kalo hanya menunggu adanya pabrik dan menyerap anggaran besar melalui pabrik saya kira itu bukan solusi,” katanya.

Ia mengatakan perdagangan Kota Serang yang harus di utamakan adalah meningkatkan kualitas pelaku usaha, seperti packaging produk dan kualitas UMKM.

“Kita kedepan berbicara industri kreatif, bagaimana memberikan kualitas yang baik dengan kualitas harga yang relatif murah agar bisa bersaing dengan produk-produk luar. Kalo perlu bukan mereka mengambil lahan kita, tapi kita UMKM Kota Serang bisa eksodus bisa keluar mengambil peluang usaha, tidak hanya didaerah sendiri tetapi juga didaerah luar,” tuturnya.

Langkah pertama yang harus kita lakukan, kata Kevin, akan mengumpulkan data tentang komoditi besar dan pengusaha UMKM yang ada di wilayah Kota Serang. Sehingga, pihaknya akan mengayomi mulai dari hulu ke hilir.

“Karena yg jadi masalah itu memberikan pelatihan tanpa adanya penyelesaian tetapi saya pengen memberikan pelatihan sampai selesai. Bagaimana pengolahan produk, pemasaran, packaging dan permodalan mereka, sampai paling penting pemasaran produk itu sendiri,” jelasnya.

Sementara untuk mengembangkan potensi dari perhutani, pihaknya akan memaksimalkan melalui produk hukum untuk menggali potensi yang bisa digarap.

“Kalo potensi dari perhutani, kaya tadi dari pak Bambang Wisanggeni misalnya, kita punya perda Lahan Perlindungan Pangan Berkelanjutan (LP2B). kemudian juga kita bisa memaksimalkan dari produk hukum, dari situ kita mencoba menggali potensi apa saja atau bahan pertanian atau lahan pertanian bisa kita garap apa saja, misal pala wija kah apakah hanya padi atau ada produk unggulan lain yang kita bisa maksimalkan dari produk LP2B itu sendiri,” katanya.

Pihaknya mengaku telah bekerjasama dengan beberapa perusahaan, dan pengusaha yang ada di Kota Serang lebih mendahulukan tenaga kerja masyarakat Kota Serang dibandingkan tenaga kerja dari luar.

“Kita juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan, itu adalah pola atau komunikasi kita para pengusaha atau yang berusaha di Kota Serang itu, mendahulukan atau mengunggulkan SDM dari kita jadi masyarakat kita lebih didahulukan dari pada mengambil tenaga pekerja dari luar,” tukasnya. (Red)