Dijembatani Kapolres Cilegon, Sahruji Dan Abah Salim Bertemu

0
23

CILEGON – (BTP) – Kapolres Cilegon AKBP. Yudhis Wibisana mempertemukan dua pentolan yang digadang-gadang maju sebagai calon Ketua Kadin pada perhelatan Musyawarah Kota (Mukota) Kadin Cilegon periode 2019-2024, selasa (19/11/2019)

Kapolres Cilegon AKBP. Yudhis Wibisana mengatakan, ini salah satu pekerjaan rumah pejabat lama yang pernah disampaikan saat pisah-sambut adalah Mukota Kadin Cilegon. Permasalahan tersebut belum terselesaikan karena kubu Ketua Kadin petahana dan kubu rival dari Kadin Cilegon sempat berselisih pendapat.

“Saya menganggap bahwa, siapa pun orangnya, Ketua Kadin Kota Cilegon pasti bertujuan membangun dan mengakomodasi semua pengusaha lokal untuk mengembangkan perekonomian dengan membantu investor yang menginvestasikan modalnya. Jadi harus bersama-sama menyelesaikan dengan kepala dingin,” katanya.

Yudhis mengaku, jumlah personil yang akan diterjunkan untuk mengantisipasi pengamanan Mukota Kadin berkenaan surat pemberitahuan aksi yang dilayangkan oleh kubu pendukung Salim, akan menyesuaikan dengan estimasi jumlah peserta Mukota Kadin.

“Dengan adanya kegiatan pertemuan hari ini mungkin tidak perlu lagi unjuk rasa. Sudah selesai secara kepala dingin musyarawah antara kedua belah pihak. Itulah yang kita harapkan,” ucapnya.

Sementara itu, Sahruji, petahana Ketua Kadin Cilegon, mengatakan (Sahruji dan Salim) adalah bersaudara dan keluarga yang terikat dalam satu organisasi Kadin. Keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab moral untuk memberdayakan agar Kadin kedepan bisa memberikan nilai manfaat bagi anggota.

“Kita sudah berkomitmen. Kadin ini milik bersama, untuk kita bersama, dalam rangka memajukan perekonomian Kota Cilegon sebagai mitra pemerintah,” katanya.

Menurutnya, selama ini memang keduanya tidak pernah terlibat masalah dan dia sendiri belum pernah menyatakan bahwa dirinya bermasalah dengan “Abah” Salim.

“Saya tidak pernah bermasalah dengan Abah Salim,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Abah Salim menyampaikan bahwa apa yang terjadi kemarin itu hanyalah perbedaan pendapat dan komunikasi yang sempat terputus. Meski demikian, pada dasarnya mereka berdua memiliki niat yang baik untuk membangun Kota Cilegon secara ekonomi.

“Pada intinya kita punya sama-sama semangat agar ekonomi di Kota Cilegon dapat berjalan baik. Dan Kadin sebagai mitra pemerintah tentunya punya tanggung jawab menjaga kondusifitas keadaan tersebut,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.