Lalu Lintas Laut Di Selat Sunda Tinggi, Ditjen Hubla Akan Berlakukan TSS

0
23

CILEGON – (BTP) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Banten, mensosialisasikan karakteristik perairan dan pengawakan kapal penyeberangan di Selat Sunda yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon, rabu (04/12/2019).

Kasubid Telekomunikasi Pelayaran Direktorat Kenavigasian pada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Dian Nurdiana mengatakan, di tahun 2020 mendatang traffic seperation scheme (TSS) atau Bagan pemisahan alur laut sudah mulai diberlakukan. Untuk itu, infrastruktur keselamatan perlu diperhatikan menjelang pemberlakuan TSS.

“Pemberlakuan TSS itu akan dimulai tahun 2020. Di situ kita harus pastikan aspek keselamatannya. Infrastuktur harus bisa siap dalam rangka melayani kapal-kapal yang melintas maupun crossing di Selat Sunda,” katanya saat diwawancarai para awak media.

Dirinya menjelaskan, traffic perairan Selat Sunda sangat padat. Tahun 2018 lalu hampir 50 ribu kapal yang berlalu lintas di sana. Tidak kalah pentingnya juga penerapan acuan pemasangan dan pengaktifan AIS yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 7 tahun 2019 tentang Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis (Automatic Identification System/AIS) bagi kapal yang berlayar di wilayah perairan Indonesia. Dengan ditetapkannya TSS Selat Sunda, pemerintah harus bisa memastikan kesiapan infrastruktur yang berkaitan dengan system monitoring.

“Ke depan tentunya kapal-kapal penumpang mulai GT (gross ton) 35 dan kapal-kapal ikan nelayan mulai GT 60 bisa kita monitor. Kapal-kapal besar dan kapal-kapal solar yang GT-nya 300 ke atas bisa memonitor pergerakan kapal-kapal yang GT-nya lebih kecil. Ini juga sangat penting sebagai upaya dalam rangka meningkatkan aspek sisi keselamatan pelayaran di TSS di perairan Selat Sunda,” jelasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.