Kepala Puskesmas Ciwandan Sanggah Warga Cilodan Meninggal Bukan DBD

0
21

CILEGON – (BTP) – Dinas Kesehatan Kota Cilegon melalui UPT Puskesmas Ciwandan melakukan sosialisasi terkait penanganan dan penanggulangan penyebaran virus Demam Berdarah atau DBD yang diduga menyerang 12 warga Lingkungan Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, kamis (16/01/2020).

Dalam sosialisasi dan penyuluhan ini digelar dikediaman salah satu RT setempat dengan dihadiri oleh puluhan warga setempat.

Kepala Puskesmas Ciwandan dr Lendy mengatakan, pihaknya melalui pemegang program merespon informasi terkait adanya warga yang diduga terjangkit virus penyakit Demam Berdarah. Langkah yang dilakukan mengkroscek data terlebih, kemudian memastikan nama-nama tersebut masuk ke wilayah kerja atau tidak, sampai memastikan diagnosa penyakitnya.

“Kita selain melakukan sosialisasi dan penyuluhan, juga sekaligus memastikan kebenaran informasi terkait meninggalnya salah satu warga di saat perjalanan dari salah satu klinik Anyer menuju puskesmas Anyer. Untuk salah satu warga yang meninggal, kita sudah mengkonfirmasi itu, dan nama-nama pasien yang dilarikan ke Rumah Sakit Kurnia yang sudah didata tadi itu, menurut Rumah Sakit Kurnia tidak terdiagnosa Demam Berdarah,” katanya.

Sementara itu, Ketua RT 18 Lingkungan Cilodan meragukan pernyataan Kepala Puskesmas Ciwandan, karena menurutnya kasus ini terkesan ada yang ditutup-tutupi. Bahkan pelayanannya kurang standar seperti tidak ada anggarannya.

“Disini warga sih bilangnya DBD, tapi pihak puskesmas bilangnya bukan DBD,” ketus Syaiful. (RMP/BTP)

Comments are closed.