Dinas Ketahanan Pengan Banten Periksa Beras Yang Belum Teregister

0
24

CILEGON – (BTP) – Petugas gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke toko-toko agen penjualan beras di Pasar Tradisional Kranggot, Kota Cilegon, selasa (28/01/2020).

Petugas gabungan langsung mendatangi dan melakukan pemeriksaan terhadap beras-beras lokal yang dijual dipasaran. Pemeriksaan juga tak luput dari beras-beras yang masih terbungkus didalam karung.

Kepala Seksi Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Lim Elviza mengatakan, pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui jumlah beras yang dijual di agen-agen penjualan beras di Pasar Kranggot, juga jumlah beras yang belum teregister.

“Dilakukannya sidak ini adalah untuk mengetahui berapa banyak beras yang dijual para pedagang dan agen beras yang tidak teregister dan dari hasil sidak ini, kami menemukan ada satu toko ada merk beras akan tetapi tidak mencantumkan nomor register di dalam karung atau kemasan beras,” katanya.

Pihaknya mengaku, ada beberapa keuntungan apabila masyarakat jeli dan teliti jika membeli beras dengan memperlihatkan nomor register dalam kemasan salah satu beras yang hendak dibeli.

“Adanya nomor register ini kan ketika ada permasalahan saat membeli beras. Dan berasnya kadaluarsa, jadi masyarakat (pembeli) bisa komplain ke penjualnya. Namun jika tidak ada nomor register, pembeli atau pedagang bingung harus mengadu ke siapa. Jadi pembeli harus benar-benar melihat nomor register saat hendak membeli,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Sutardi selaku Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Cilegon berharap kepada para pedagang beras untuk meregistrasi beras yang akan dijualnya untuk kesehatan para konsumen.

“Caranya meregistrasi sangat mudah, tinggal datang ke Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, maka kita akan mengeluarkannya. Dan jika tidak di registrasi ke kita, pada saat ada temuan kita tidak tidak bisa membantu apabila ada masyarakat yang dirugikan saat membeli beras,” ujarnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.