Putuskan Mata Rantai Covid-19, PMI Kota Cilegon Bikin Disinfectant 6000 Liter

0
31

CILEGON – (BTP) – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cilegon membuat gerakan cepat untuk memutus rantai penyebaran virus dengan membuat disinfectant dari bahan-bahan sederhana yang sering digunakan oleh ibu-ibu rumah tangga saat mencuci pakaian.

Disenfectant ini dibuat menggunakan air dan campuran Natrium Hipoklorit (NaClO) yang terkandung pada bahan pemutih pakaian dengan ukuran atau perbandingan yang telah ditentukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Cilegon Yolanda Panggabean yang ditemui saat memandu takaran membuat disenfectant, rabu (18/03/2020) mengatakan, bahan-bahan ini bisa dengan mudah didapatkan dan tersedia di warung-warung tradisional maupun minimarket. Disenfectant ini bisa dibuat dengan mencampurkan Natrium Hipoklorit dengan ukuran 3 mililiter Natrium Hipoklorit (NaClO) dengan 100 mililiter air bersih. Diharapkan dengan adanya sistem seperti ini, masyarakat dapat dengan mudah memutus rantai virus penyebab penyakit termasuk virus Covid-19 yang saat ini sedang menjadi perhatian di seluruh negara di dunia.

“Natrium Hipoklorit (NaClO) atau pemutih pakaian kan banyak tuh di supermarket-supermarket maupun toko ritel yang kecil-kecil itu, kita bisa buat sendiri enggak harus bergantung pada orang lain, Dinas Kesehatan, PMI. Kita bisa buat sendiri kadarnya cuma 3 persen kok, jadi bisa saya gambarkan 3 persen itu 3 mili Bayclin dicampur di dalam 100 ml aqua desk (air) seperti itu,” katanya.

Yolanda mengaku, selain disenfectant yang bisa bikin sendiri dirumah, masyarakat juga bisa membuat pembersih tangan (hand sanitizer-red) dengan bahan yang mudah ditemukan. Bahan-bahan tersebut adalah Alkohol 70 persen, Glycerol (C3H8O3), Air, Aloe Vera (bahan untuk membuat lembab kulit), dan pewangi (bisa ditambahkan sesuai selera).

“Aloe Vera-nya itu untuk pelembabnya. Soalnya alkohol 70 persen itu kalau kena kulit terus menerus buat kulit kita kering, itu buat pelembabnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Cilegon Abdul Hakim Lubis menyatakan, PMI Kota Cilegon membuat disenfectant dengan skala besar 6000 liter untuk nantinya diserahkan kepada Pemda Cilegon yang rencananya akan dibagikan. Hal ini dilakukan untuk stimulan bagi masyarakat agar bisa dicontoh di rumah masing-masing. Selain itu, PMI Kota Cilegon juga telah menyediakan alat semprot 100 unit dengan kapasitas 5 liter untuk digunakan sebagai sarana penyemprotan.

“Nanti kita bisa bagikan ke kantor-kantor yang sifatnya pelayanan seperti kelurahan dan kecamatan yang ada di Cilegon. Untuk lebih jelasnya nanti di hari Jumat penyerahannya langsung dilakukan oleh Pak Walikota,” katanya

Di sisi lain, petugas PMI Kota Cilegon langsung menggunakan disenfectant ini untuk mensterilkan kantor PMI. Penyemprotan ini dilakukan di beberapa tempat yang berpotensi penyebaran virus pembawa penyakit. (RMP/BTP)

Comments are closed.