Reses Masa Sidang III, DPRD Banten Masih Menunggu Petunjuk dari Kemendagri

0
44

SERANG, –  DPRD Provinsi Banten masih menunggu petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait teknis pelaksanaan reses masa sidang III tahun sidang 2019/2020. Hal tersebut akibat adanya pandemi Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Banten M Nawa Said mengatakan, pihaknya belum lama ini telah melakukan rapat Badan Musyawarah (Bamus) di Sekretariat DPRD Banten, Kota Serang, salah satu yang dibahas dalam rapat tersebut yaitu agenda reses masa sidang III tahun sidang 2019/2020.

Pria yang akrab disapa Cak Nawa ini menyampaikan, bahwa dalam rapat tersebut belum disepakati jadwal pelaksanaan reses. Sebab, pihaknya masih menunggu teknis reses di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Jadi kita lebih memilih menunggu arahan kementerian dalam negeri,” katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa sebenarnya BPK RI Perwakilan Banten memperbolehkan anggota DPRD Banten melakukan reses di tengah pandemi Covid-19. Akan tetapi, reses itu tidak boleh mengumpulkan orang.

“Padahal di reses itu ada juga dana untuk makan dan minum ketika kita ketemu masyarakat secara keseluruhan,” katanya.

Pihaknya merencanakan pelaksanaan reses tersebut berlangsung pada Mei 2020 ini, namun demikian kepastiannya tergantung petunjuk dari Kemendagri.

“Ya kan reses pertama Januari, Februari Maret, April, reses kedua ya April Mei, Juni, Juli. Jadi menunggu arahan itu dulu. Biasanya memang kita ambil bulan kedua, kayak kemarin kan kita di bulan Februari-nya, sekarang kita kepengennya di bulan Mei-nya. Cuma masih terganjal dengan itu, karena kan ada laporan foto, laporan absen, dan lain sebagainya. Jadi kita lebih memilih aman,” tuturnya.

Saat ditanya apakah mungkin DPRD menggelar reses secara online, ia tak menampiknya. Reses daring bisa saja dilaksanakan jika sudah ada keputusan dari Kemendagri.

“Reses online kalau seandainya diperbolehkan kan enggak ada masalah, ya itu belum turun. Kalau reses secara hakiki tiap hari saya reses, saya fecook reses, dengerin komen kanan-kiri. Terus jawabin inbok begitu banyak, reses,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Banten Andra Soni mengatakan, reses merupakan kegiatan anggota DPRD untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Reses amanat langsung dari undang-undang tentang pemerintahan daerah.

“Dilaksanakan setiap tahun sidang. Dalam reses terjadi komunikasi dua arah, masyarakat menyampaikan aspirasi dan berdiskusi dengan kami,” tuturnya. (ADV).

Comments are closed.