Larangan Mudik H-5 Idul Fitri, Pengoperasian Kapal Di Merak Berkurang

0
45

CILEGON – (BTP) – Memasuki H minus 5 Idul Fitri yang juga dibarengi dengan adanya larangan pelayanan mudik bagi masyarakat oleh pemerintah ternyata berdampak pada pengusaha pelayaran di lintasan merak-bakauheni.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan Ferry (Gapasdaf) Merak Togar Napitupulu usai mengikuti rapat tertutup bersama Dirjen Perhubungan Darat pada senin malam (18/05/2020) mengaku, terjadi penurunan yang sangat signifikan pada angkutan penyeberangan hingga mencapai lima puluh persen dibandingkan pada saat angkutan lebaran tahun lalu lantaran minimnya kapal yang beroperasi juga tidak adanya kapal yang mengangkut pemudik.

“Memang di Pelabuhan Penyeberangan Merak ini tidak adanya pelayanan angkutan untuk pemudik, baik penumpang pejalan kaki, pemudik menggunakan sepeda motor, dan pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, seperti pada tahun-tahun sebelumnya pada musim angkutan lebaran. Dan pada saat H minus 5 pemudik sudah mulai ramai,” katanya.

Pihaknya mengaku, akibat adanya larangan mudik terhadap masyarakat yang diberlakukan oleh pemerintah untuk memutus rantai pendemi covid-19 juga disusul dengan minimnya pengoperasian jumlah armada kapal dan dermaga yang sebelumnya beroperasi dua puluh lima hingga dua puluh sembilan kapal untuk tujuh dermaga, saat ini hanya empat belas hingga enam belas kapal untuk tiga dermaga reguler dan satu dermaga eksekutif.

“Meski saat ini para pengusaha pelayaran harus tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk berjuang melawan covid-19, namun kita para pengusaha pelayaran berharap pandemi virus corona cepat berlalu dan hilang di indonesia sehingga angkutan pelayaran dapat kembali normal,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.