Tinggal Dirumah Reot, Nenek Asal Kota Serang Ini Butuh Bantuan

0
28

SERANG, (BTP) – Nenek Tasem (86) warga asal lingkungan Gang Eceng, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang ini tinggal dirumah panggung berbahan kayu yang yang sudah rapuh membutuhkan belas kasih dari pemerintah setempat maupun para dermawan.

Nenek Tasem yang tinggal bersama cucu nya yaitu Rohim (21) harus tinggal dirumah gubug yang tidak layak. Ditambah lagi, kebutuhan obat-obatan yang harus dimiliki, karena Nenek Tasem mengalami penyakit komplikasi semakin membuat hidupnya kesulitan.

“Sejauh ini tidak ada bantuan apapun, selain bantuan sosial covid-19. Padahal sudah mengajukan ke kelurahan, tapi hasilnya tidak ada respons,” ujar Ketua RT 01, M Satibi di lokasi, Rabu (17/6/2020).

Kondisi Nenek Tasem mulai memprihatinkan sejak tiga tahun terakhir, setelah ditinggal oleh suaminya. Bahkan, rumah tempat tinggalnya itu pun mulai bobrok tak terurus.

“Sebetulnya kalau sakit sih sudah lama yah, hanya dulu kan ada suaminya yang mengurus beliau. Sepeninggal almarhum kondisinya mulai memburuk, penyakit mulai bermunculan seperti saat ini struk ringan dan penyakit komplikasi lainnya,” katanya.

Demi mencukupi kebutuhan sehari-harinya, Nenek Tasem hanya mengandalkan pemberian dari anak-anaknya yang bekerja sebagai nelayan.

“Tidak ada pengahsilan, hanya dibantu anak-anaknya saja dan juga cucunya yang kerja serabutan. Meski mempunyai anak 7 orang, tetapi kondisinya sama hanya cukup untuk makan keluarganya masing-masing,” katanya.

Sementara Rohim yang juga cucu nya Nenek Tasem setiap hari menemani kesehariannya itu mengaku sebagai balas budi dan tanggung jawabnya sebagai seorang cucu terhadap nenek.

“Bagaimana ya mas, kalau untuk bantu lebih, penghasilan saya juga kurang, yang hanya sebagai pekerja serabutan. Setidaknya saya bisa mengabdi mengurusi nenek yang sudah sakit komplikasi dan sudah lumpuh. Kalau secara pribadi sangat berharap sekali pemerintah bisa membantu kami, dan juga turut membantu biaya kesehatan nenek,” ucapnya sembari mata berkaca-kaca.

Hingga saat ini, mereka masih membutuhkan bantuan dari pihak yang dermawan maupun pemerintah untuk membantu kehidupannya tersebut. (As/red)

Comments are closed.