Adanya Monopoli Penjualan Scrap, LAPBAS Kota Cilegon Datangi PT KS

0
45

CILEGON – (BTP) – Ratusan anggota Keluarga Besar Laskar Pendekar Banten Sejati (LAPBAS) Kota Cilegon mendatangi Kantor Pemasaran PT Krakatau Steel, Kota Cilegon. Kedatangan mereka ini untuk menanyakan penjualan scrap yang tidak transparan yang dilakukan oleh PT Krakatau Steel.

Selain tidak transparan terkait penjulan scrab, mereka juga menilai adanya monopoli yang dilakukan oleh direksi PT Krakatau Steel ini, karena terlihat setiap pemenang lelang hanya perusahaan itu-itu saja.

Ketua DPC LAPBAS Kota Cilegon Sandes mengatakan, pihaknya sudah sering melakukan upaya persuasif ke pihak pemasaran PT Krakatau Steel, namun upaya memasukan penawaran pembelian selalu tidak digubris dan pemenangnya selalu perusahaan yang sama yakni PT Samba.

“Kedatangan kami bersama dengan ratusan anggota Keluarga Besar LAPBAS Kota Cilegon adalah ingin mempertanyakan prihal penjualan scrap ke pihak pemasaran PT Krakatau Steel, ko bisa setiap kami melakukan penawaran selalu ditolak. Ini ada apa, ko bisa, kami malah menduga pihak PT Krakatau Steel sengaja mempermainkan kami, kuat dugaan in ada praktek monopoli yang dilakukan manajemen PT Krakatau Steel dengan pihak PT Samba,” katanya senin (29/06/2020).

Sandes menjelaskan, pihaknya ini bukan untuk meminta scrap ke PT Krakatau Steel tapi pihaknya membeli scrap dan harga yang dikeluarkan sama dengan pihak lain. Pihaknya bahkan mengikuti prosedur dengan baik, tapi lagi-lagi pihak manajemen PT Krakatau Steel tidak memberikan ruang.

“Kami disini hanya ingin membeli kok, bukan meminta scrap (limbah besi), malah ini mah pihak lain diberikan porsi kenapa kami tidak. Kalau seandainya tidak ada itikad baik dari pihak PT Krakatau Steel, kami akan melakukan somasi dan jika tidak diakomodir lagi, jalan yang terbaik kami akan lakukan demo besar-besaran di Krakatau Steel,” jelasnya.

Sementara itu, Manajemen Pemasaran dari PT Krakatau Steel Joko Wuriyanto mengaku akan menyampaikan kepada pihak direksi terkait keinginan DPC LAPBAS Cilegon terkait keinginan untuk membeli scrap.

“Hari ini saya akan sampaikan keinginan LAPBAS ke pihak Dereksi, mudah-mudahan saya berharap dalam waktu dekat keinginan dari LAPBAS bisa dipenuhi oleh pihak manajemen,” katanya.

Terkait tudingan adanya monopoli scrap, Joko mengungkapkan, sebenarnya apa yang dikatakan oleh pihak LAPBAS ada monopoli itu tidak benar, para jajaran direksi telah bekerja sesuai dengan aturan dan perintah pimpinan.

“Tidak ada monopoli kayaknya kang, dalam hal ini saya menjelaskan awalnya barang ini (Scrap) tidak dijual karena harus ada surat dari pusat lambat laun banyaknya pencurian sehingga pihak pengelola agar matrial itu yang berbentuk stainlees steel itu kita jual. Dari estimasi dari orang gudang itu sebanyak 20 ribu-30 ribu ton, ternyata setelah kita jalankan itu masih ada sisa, dan sisa tersebut tidak semerta-merta bisa dijual langsung harus ada alur atau memo dinas dari pihak pimpinan, mudah-mudahan dengan peristiwa ini dalam waktu dekat keinginan dari temen-teman LAPBAS bisa diakomodir,” ungkapnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.