Pembahasan Pinjaman Pemprov Banten Rp 4,9 T Ditarget Rampung

0
23

SERANG – (BTP) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten masih terus membahas rencana pinjaman kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp4,99 triliun untuk selanjutnya dimadukan dalam APBD-P Provinsi Banten tahun 2020 dan APBD murni tahun 2021.

Mengenai prosesnya saat ini sudah masuk pada ketahap finalisasi di Kemendagri, sebelum nantinya bisa disahkan dan digunakan dalam APBD-P Provinsi Banten tahu 2020 dan 2021 nanti.

Untuk diketahui, pada APBD-P Banten tahun 2020, dana pinjaman yang akan digunakan sebesar Rp Rp 856,27 miliar, disusul APBD pada Murni 2021 Rp4,13 triliun. Semuanya anggaran tersebut ditujukan untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Provinsi Banten akibat yang ditimbulkan oleh pendemi Covid-19 kemarin.

Wakil Ketua DPRD Banten, Budi Prajogo usai rapat bersama tim TAPD Banten mengatakan, pembahasan dana pinjaman terpaksa harus dilanjut, sambil menunggu finalisasi dari pihak Kemendagri untuk selanjutnya dibahas kembali.

“Mudah-mudahan besok (hari ini) finalisasi dari Kemendagri sudah keluar. Pembahasan akan dilanjut lagi besok jam satu,” katanya pada selasa malam tadi (11/08/2020).

Budi mengungkapkan, nantinya dana tersebut akan digunakan untuk membiayai program pemulihan ekonomi di Provinsi Banten akibat yang ditimbulkan selama pendemi Covid-19 kemarin dengan alokasi anggarannya disebar disejumlah OPD yang ada dilingkungan Pemprov Banten.

“Mengenai besarannya bervariasi, bergantung pengajuan dan analisa dilapangan dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi di Banten,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Banten Al Muktabar menyatakan, untuk saat ini proses pinjaman daerah masih dalam tahap review di Kemenkeu. Adapun bentuk konret pinjaman tersebut nantinya akan direalisasikan dalam bentuk pagu indikatif dalam pembiayaan daerah.

“Skema pembiayaan sedang insert atau menambahkan dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkeu. Secara pembiayaan akan diskemakan pada dua tahun. Perubahan (APBD) 2020 kemungkinan Rp800 miliar sekian,” jelasnya.

Pihaknya menegaskan, terkait program yang akan dibiayai dari pinjaman daerah belum bersifat final karena akan dibahas bersama DPRD dan dituangkan dalam postur Perubahan APBD 2020 dan APBD Murni 2021. Disinggung soal apakah pinjaman itu juga diusulkan untuk pembiayaan sport center, dia tak membantahnya.

“Sempat kita ajukan, finalnya nanti apa yang diskemakan bersama Badan Anggaran,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.