Menangis Saat Ditanya Bagaimana Jika BPJS Kesehatan Dibubarkan, Subaniah: Masa Harus Jual Rumah Untuk Berobat

0
30

LEBAK, (BTP) – Subaniah (60) Warga Kampung Dukuh RT 07, Rw 07, Kelurahan Rangkas Bitung, Kabupaten lebak mengaku sangat bersyukur menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Saat ditemui di kediamanya, di Kampung Dukuh, Kelurahan Rangkas Bitung, Subaniah menceritakan sebelum terdaftar sebagai peserta BPJS ia hanya mampu berobat ke manteri desa lantaran terbentur dengan kondisi keuangan. Ia mengaku sekarang lebih senang karena bisa berobat ke Rumah Sakit tanpa harus merogoh kocek lagi. Sebab, mulai dari biaya administrasi, konsultasi dokter, laboratorium dasar hingga obat sudah termasuk dalam tanggungan BPJS Kesehatan.

Subaniah menuturkan, sejak tiga tahun terkahir ia rutin melakukan pemeriksaan, dari situlah ia mengetahui penyakit-penyakit yang selama ini dideritanya mulai dari sakit jantung, kolesterol, serta darah tinggi yang memaksa ia harus melakukan rawat Inap selama lima hari di Rumah Sakit (RS)

“Alhamdulilah Ibu terbantu oleh BPJS, kalau bayar sendiri mah ibu dari mana duitnya, alhamdulilah ada bantuan pemerintah, ibu bisa tenang ngga perlu mengeluarkan uang,” tutur Subaniah Jum’at, (15/8/2020).

Subaniah mengaku, dirinya tidak pernah mengeluarkan biaya sepeserpun saat berobat. Tak hanya itu, menurutnya pelayanan-pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit sangat baik dan memuaskan kepada pengguna kartu JKN-KIS.

“Alhamdulilah pelayananya juga baik-baik, Ibu berobatnya rutin kemarin ibu berobat lagi, pokoknya selama yang ibu rasakan manfaat BPJS sudah banyak,” katanya.

Ditanya berapa kocek harga yang dikeluarkan per satu kali perwatan jika tidak menggunakan layanan BPJS, Subainah menuturkan biaya per satu kali perawatan bisa mencapai Rp10 sampai15 Juta, bahkan jika dilakukan tindakan oprasi bisa mencapai Rp30 hingga 50 juta.

“Memang mahal Ibu tau kemarin pas dirawat kata pihak rumah sakit ada Rp30-50 juta itu kalau di oprasi, tapi kalau biasa saja paling juga Rp10-15 juta gitu. Makanya ibu sangat terbantu coba kalau tidak ada BPJS ibu ngga bisa berobat pasti,” tuturnya.

Disinggung bagaiman jika BPJS di hapus pemerintah, Subaniah mengaku sangat keberatan, karena ia mengaku sangat terbantu sekali dengan adanya program BPJS Kesehatan tersebut.

“Jangan lah, kalau dihapus mah pasti ibu nangis, masa ibu harus jual rumah untuk berobat,” cetusnya sambil menangis.

Subaniah berharap program jaminan kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan dapat terus membantu masyarakat untuk memperoleh kesehatan yang lebih baik.

“Ibu mah pengen BPJS lanjut memberikan pelayana kepada masyarakat, pokonya jangan sampai dibubarin ini harus diperpanjangan ibu sudah adem ada BPJS ini,” tandas Subaniah. (As/red)

Comments are closed.