Koramil Ciwandan Manfaatkan Lahan Tidur Menjadi Lahan Produktif Dengan Pupuk Bios 44

0
40

CILEGON – (BTP) – Sejumlah anggota TNI AD dari Komando Rayon Militer 2307 Ciwandan memanfaatkan lahan yang tidak produktif atau lahan tidur menjadi lahan produktif untuk bercocok tanam di area kawasan Kelurahan Kebon Sari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, rabu (19/08/2020).

Anggota TNI AD bersama para petani setempat menggarap lahan diatas sekitar 2.500 meter persegi. Selain bercocok aneka tanaman sayuran dan padi, juga digunakan untuk budidaya ikan air tawar.

Bintara Tinggi Tugas Urusan Dalam (Bati Tuud) Koramil 2307 Ciwandan Pelda Dawud yang ditemui dilokasi mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya Dalam upaya optimalisasi pertanian untuk mendorong penguatan ketahanan pangan.

“Kegiatan ini atas arahan Pangdam III Sliwangi untuk memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan pertanian atau lahan yang tidak produktif menjadi lahan produktif,” katanya.

Dawud juga menyatakan, pemanfaatan lahan untuk area pertanian ini juga untuk menopang ketahanan pangan di Kota Cilegon dan hasil dari pertanian ini akan diserahkan ke masyarakat. Sehingga akan di rasakan oleh warga sekitar.

“Ditengah pandemi Covid-19 ini kami bekerjasama dengan para petani yang ada di Kecamatan Citangkil dengan menanam berbagai macam tanaman sayuran diantaranya adalah padi, terong, sawi, kacang panjang dan umbi-umbian. Selain itu, dalam pemanfaatan lahan ini pupuk yang digunakan adalah pupuk cair Bios 44 sebagai peningkatan produktifitas untuk hasil pertanian yang mana dalam pupuk cair Bios 44 ini tumbuhan akan lebih cepat pertumbuhannya,” jelasnya.

Sementara itu, Pasra seorang petani mengapresiasi adanya program Demontrasi Plot (Demplot) ketahanan pangan Bios 44. Selain dapat membantu para petani, juga menjadikan hasil pertanian yang berkwalitas.

“Kami bersyukur dan terbantu adanya penggarapan lahan tidur melalui program ketahanan pangan Bios 44. Ya selain terbantu, kami juga minta dibina oleh anggota TNI AD dalam pengelolaan pertanian agar kami mendapat perlindungan dan pemahanan dalam bercocok tanam,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.