Penyebaran Covid-19, Kota Cilegon Dalam Kondisi Tidak Aman

0
41

CILEGON – (BTP) – Pemerintah Kota Cilegon menggelar rapat evaluasi penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 yang dilakukan aula Gedung Diskominfo Kota Cilegon, jumat (28/08/2020).

Rapat evaluasi penerapan disiplin penegakan hukum protokol kesehatan ini dipimpin langsung oleh Walikota Cilegon Edi Ariadi dengan dihadiri oleh Forkopimda dan para pejabat terkait di wilayah Kota Cilegon.

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, saat ini Kota Cilegon sudah masuk zona orange akibat semakin bertambahnya cluster baru kasus pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan pihaknya mengajak untuk kembali menggalakan penerapan protokol kesehatan.

“Dengan bertambahnya kasus di Kota Cilegon, kami perlu menggerakan kembali kepada seluruh masyarakat dalam upaya pencegahan dengan menerapkan protokol kesehatan di sema lini. Kita tidak ingin Kota Cilegon banyak cluster baru, dan saya ingatkan bahwa Covid-19 adalah musuh kita bersama,” katanya.

Edi menyatakan bahwa Kota Cilegon saat ini sangat tidak aman berkaitan dengan penyebaran Covid-19 dan Pemkot Cilegon telah mengeluarkan Peraturan Walikota (Perwal) penerapan disiplin protokol kesehatan.

“Kota Cilegon sangat tidak aman dengan terus bertambahnya tingkat penyebaran Covid-19. Saya sudah mengeluarkan Perwal penerapan disiplin protokol kesehatan yang didalamnya terdapat himbauan dan penegasan untuk masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan semoga dengan bekerjakeras dan bekerjasama dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 ini penambahan kasus positif di Kota Cilegon tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon Dana Sujaksani memberikan solusi terkait penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon.

“Saya memberikan beberapa solusi diantaranya adalah sosialisasi disiplin protokol kesehatan harus tetap gencar dilaksanakan, kemudian RSUD Kota Cilegon harus mempunyai alat pemeriksaan PCR sendiri, lalu kita harus mempersiapkan tempat isolasi mandiri sendiri dan kita juga harus mempersiapkan SDM tenaga ahli kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus positif di Kota Cilegon,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.