Istri H Terduga Kasus Pelecehan Seksual Angkat Bicara dan Akan Laporkan Balik Pelapor

0
24

CILEGON – (BTP) – Nurbaeti (26) Istri dari Hasan Saidan yang di jadikan Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polres Cilegon akhirnya angkat bicara terkait persoalan yang membelit suaminya. Nurbaeti meyakini adanya motif lain dibalik tuduhan oleh pelapor, mengingat dirinya mengenali betul siapa korban dan keluarganya.

Didepan awak media Nurbaeti mengatakan, sebelumnya ibu dari korban meminta bantuan terhadap suaminya (Hasan Saidan), karena korban sebut saja bunga pada waktu itu sedang mendapat masalah di kampungnya di Desa Cipayung, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang.

“Awalnya Ibu cewek ini minta tolong sama suami saya, setelah dia (Korban) ada masalah sama laki-laki digerebeg di dalam kamar,” kata Nurbaeti, kamis (03/09/2020) sore di kediaman Iparnya.

Setelah penggerebegan, Nurbaeti melanjutkan, pada tengah malam ibu si bunga (Korban) meminta bantuan (perlindungan) kepada Hasan Saidan agar mereka dicarikan rumah kontrakan untuk tinggal di Kota Cilegon, sehingga Nurbaeti bersama Hasan menempatkan mereka di salah satu rumah kontrakannya yang kosong, keluarga korban juga meminta agar perlengkapan yang ada dalam kontrakan seperti furnitur dan lainnya untuk tidak diangkutnya.

“Kebetulan rumah kontrakan saya yang di keserangan kosong, akhirnya saya tempatkan mereka di sana,” ujar Nurbaeti.

Tidak cukup sampai di situ, Keluarga korban juga meminta bantuan untuk diberikan modal usaha, bahkan hingga sekolah si bunga pun mulai jadi beban hidup Nurbaeti dan Hasan.

“Namanya juga manusia, yang namanya membantu kan semampunya,” tuturnya.

Namun tiba-tiba anehnya kata Nurbaeti, berkembang kabar bahwa si bunga telah di nikahi bahkan telah diberikan rumah oleh Hasan. Lalu kemudian sikap si bunga pun mulai terdengar banyak keanehan di luar kewajaran seperti menggunakan pakaian serta make up milik Nurbaeti tanpa seizinnya yang ada di rumah kontrakannya. Bukan hanya itu, orang tua dari bunga-pun sempat meminta Hasan untuk menikahi bunga, sontak Nurbaeti panas hati dan mengusirnya dari Kontrakan.

“Ada apa ini kok minta dinikahin segala, wajar saya ngusir mereka karena sudah keterlaluan dan mengganggu keharmonisan rumah tangga saya,” paparnya.

Paska pengusiran, Nurbaeti mulai mendapat intimidasi dan ancaman perusakan terhadap rumah tangganya melalui pesan Whatsaap. Atas rentetan peristiwa itu Nurbaeti berfikir bahwa ada motif lain dari peristiwa itu. Dan anehnya tiba-tiba suaminya menjadi DPO yang ditetapkan Polres Cilegon.

“Mungkin lantaran kecewa, sehingga mereka melakukan hal-hal di luar dari fakta, dan membuat suami saya tersudutkan menjadi DPO,” terangnya.

Namun Nurbaeti tidak akan tinggal diam, bersama keluarganya akan melaporkan balik pelapor dan otak di balik peristiwa tersebut karena dianggap telah membuat keterangan palsu dan fitnah hingga membuat rumah tangganya hancur. (RMP/BTP)

Comments are closed.