Harap Ada Keterbukaan Informasi, Ketidakhadiran Calon Petahana Ratu Ati Marliati Pada Tes Kesehatan Dipertanyakan

0
22

CILEGON – (BTP) – Empat Pasangan Bakal Calon Walikota dan dan Wakil Walikota Cilegon yakni Ratu Ati Marliati-Sokhidin, Ali Mujahidin-Firman Mutakin, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta, Iye Iman Rohiman-Awab, dijadwalkan mengikuti serangkaian tes kesehatan oleh KPU Kota Cilegon di RSUD Kota Cilegon. Tes kesehatan tersebut seluruh Pasangan Bakal Calon hadir terkecuali Ratu Ati Marliati yang hingga saat ini tak kunjung hadir.

Belum diketahui secara pasti alasan apa Ratu Ati Marliati tidak hadir pada saat tes kesehatan kali ini. Dan pihak KPU Kota Cilegon juga belum memberikan informasi ketidakhadiran calon petahana ini.

Edi Supandi Seorang Tim LO pasangan Iye-Awab mempertanyakan ketidakhadiran Bakal Calon petahana yang seharusnya mengikuti tes kesehatan menindaklanjuti hasil tes swab kemarin.

“Dari pagi saya memantau bu Ati belum datang kesini. Dan saya tanyakan ke pihak KPU katanya akan mengumumkan hasil tes swab kemarin, tapi belum diumumkan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Presidium Alumni 2010 Irhamna turut mempertanyakan keterbukaan KPU Kota Cilegon yang tidak mengumumkan alasan Ati mangkir dari pemeriksaan kesehatan tahap dua.

“Padahal, jika memang kondisi Ati lagi sakit ya bilang saja sakit, atau jika memang sedang ada tugas sebagai Wakil Walikota ya bilang saja lagi tugas dinas,” kata Irham.

Pria yang akrab disapa Irham menyebut jika melihat secara hukum, melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) masyarakat, bahkan peserta Pemilu, dapat memaksa KPU untuk menyelenggarakan pesta demokrasi secara transparan guna memenuhi hak masyarakat atas informasi atau data pemilu.

“Jika sejak pagi hingga sore hari Komisioner KPU tetap diam, wajar jika kemudian banyak yang menduga ada sesuatu yang disembunyikan! Contoh, Haji Mumu dan Firman sudah mendapatkan hasil swab negatif, lalu Ati bagaimana?” tanya Irham.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Kota Cilegon dr. Meisuri mengatakan, pihaknya hanya bertanggungjawab terhadap pelaksanaan pemeriksaan kesehatan. Sementara untuk pengumuman hasil tes kesehatan menjadi kewenangan KPU Kota Cilegon.

“Bisa ditanyakan ke KPU saja, ya” kata Maisuri singkat.

Sementara itu diberitakan sebelumnya pada senin (07/09) kemarin, pihak rumah sakit juga menjelaskan swab tepaksa dilakukan berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia karena nantinya akan menjalani pemeriksaan kesehatan dengan alat yang sama, sementara hasil uji swab baru bisa diketahui sore nanti. (RMP/BTP)

Comments are closed.