Ditengah Pandemi Covid-19, BNNP Banten Gagalkan Penyelundupan 2000 Gram Shabu

0
27

Serang – BNN Provinsi Banten menggagalkan upaya penyelundupan Shabu seberat kurang lebih 1013,7 gr (Seribu tiga belas koma tujuh gram) dari Aceh melalui jalur udara Bandara Internasional Kualanamu Medan menuju Solo Jawa Tengah yang mana pesawat yang dinaikinya akan transit di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Keempat pelaku ditangkap di hari yang berbeda, MN dan MI warga asal Aceh yang diduga sebagai kurir ini diamankan pada hari Selasa tanggal 1 September 2020, pukul 22:15 WIB di ruangan perkantoran OD Avsec area kedatangan Domestik terminal tiga Bandara Udara Internasional Soekarno-Hatta.

Kepala BNNP Banten HENDRI MARPAUNG,SH menerangkan, pelaku inisial SB (30 tahun) dan HR (31 tahun) asal Aceh. Mereka ditangkap di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta Kota Tangerang (minggu 6/9/2020) pukul 12.15 WIB.

Petugas berhasil mengamankan MN dan MI, atas adanya informasi akan ada dua orang penumpang pesawat dari Bandara Internasional Kualanamu Medan membawa narkotika jenis sabu yang akan transit di Bandara Udara Soekarno-Hatta.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat ada 2 (dua) orang penumpang pesawat dari Bandara Udara Internasional Kualanamu Medan menuju Solo Jawa Tengah dan akan transit di bandara Internasional Soekarno-Hatta”, Ungkap pa Hendri Marpaung, Serang, Kamis (10/09/2020)

“Petugas menemukan ada 4 (empat) paket shabu dari SB dan 4 (empat) paket dari HR, yang disembunyikan di sepatu yang mereka kenakan”, Ujar pa Hendri Marpaung.

“Satu pelaku sudah jujur di janjikan akan di beri Upah Sebesar 10 juta oleh Bandarnya, itu juga masih dijanjikan dan mereka belum terima uangnya” Ungkap pelaku.

Petugas berhasil mengamankan barang bukti dari tersangka MN dan MI berupa tiga unit handphone, dua buah kartu ATM, dua buah KTP milik tersangka, dua pasang sepatu dan uang tunai Rp 2.150.000.

“Kemudian petugas juga mendapat barang bukti dari tersangka SB dan HR berupa empat unit handphone, tiga buah kartu ATM, dua buah KTP milik tersangka, dan uang tunai Rp 530 ribu,” terangnya.

Hendri menegaskan, para tersangka akan di kenakan Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman minimal 4 tahun maximal 20 tahun sampai seumur hidup bahkan hukuman mati”, pungkasnya.

(hafidz.red)

Comments are closed.