DPKPTB KABUPATEN SERANG GENJOT PEMBANGUNAN SARANA PRASARANA PENDIDIKAN

0
44

SERANG, – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang terus menuntaskan pembangunan sara prasarana pendidikan baik formal maupun non formal di Kabupaten Serang.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Pendidikan DPKPTB Kabupaten Serang, Deni Hartono mengungkapkan, di tahun 2020 ini pembangunan yang dilakukan relatif sedikit lantaran adanya pandemi covid-19. Namun pembanguna yang dilakukan ditahun ini sudah mencapai 100 persen.

“Beberapa diantaranya yakni 7 kegiatan lelang yang saat ini sudah mencapai 100 persen. Bantuan pembangunan pondok pesantren sebanyak 16 titik yang sudah mencapai 100 persen. Selain itu ada beberapa rehab gedung SD dan rehab gedung SMP yang progresnya juga sudah 100 persen,” tutur Deni.

Salah satu Ponpes di Kabupaten Serang yang mendapatkan bantuan pembangunan

Untuk bantuan pembangunan 16 pondok pesantren lanjut Deni, saat ini Ponpes tersebut sudah mulai ditempati oleh para santri untuk belajar. Adapun anggaran yang digunakan untuk pembangunan Ponpes tersebut masing-masing sebesar Rp185 juta dengan total anggaran yang digunakan mencapai Rp2,96 miliar. “Pembangunanya ada ruang kelas atau tempat belajar santri, ada juga asrama santri. Selesai dibangunnya ada yang Juli ada juga yang agustus. Tahun ini ponpes yang dibangun jumlahnya ada peningkatan karena tahun lalu hanya 13 ponpes,” ujarnya.

Adapun untuk Ponpes yang sudah selesai pembangunanya antara lain Ponpes Nurul Ikhsan di Desa Kubang Jaya, Kecamatan Petir, Ponpes Al-Mubarok di Desa Cirangkong, Kecamatan Petir, Ponpes Hidayatul Ummat di Desa Limus, Kecamatan Pamarayan.

Kemudian Ponpes Nurul Huda di Desa Sukamanah, Kecamatan Baros, Ponpes Al-Hidaya di Desa Tunjung Teja, Kecamatan Tunjung Teja, dan Ponpes Ar-Raudhoh di Desa Sindang Mandi, Kecamatan Baros. Ponpes Darul Anwar di Desa Bantarwaru, Kecamatan Cinangka, Ponpes Fathu Sibyan di Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka.

Selanjutnya, Ponpes Daar El Wafa di Desa Lebakwana, Kecamatan Kramatwatu, Ponpes Miftahul Huda Nurudin di Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, dan Yayasan Islam Salman Al Farisiy di Desa Pasir Buyut, Kecamatan Baros.

Selanjutnya, Ponpes Baitul Ulum El Musawwa di Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, MDTA Al Arif Nurul Muna di Desa Sindangheula, Kecamatan Pabuaran, Ponpes Kanzul Ullum di Desa Ujungtebu, Kecamatan Ciomas, Ponpes Bani Karim di Desa Tenjoayu, Kecamatan Tanara, dan Ponpes Riyadul Fikar di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan.

Deni menuturkan, untuk tahun 2021 mendatang, berdasarkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang sudah disusun, dipastikan program pembangunan sarana prasarana pendidikan akan lebih banyak dari tahun 2020. Hal itu dikarenakan RPJMD untuk sarana pendidikan ditargetkan selesai pada tahun 2021.

“Target gambaran (tahun 2021-red) sudah menyusun RKA, pembanguna InsyaAllah lebih dari tahun ini jumlahnya. Untuk sarana pendidikan masih banyak yang harus diperbaiki. Target RPJMD tuntas di tahun 2021,” ujarnya.

Deni menambahkan, pada tahun 2019 ada sekitar 500 ruang kelas rusak yang harus diperbaiki. Jumlah tersebut kata Deni, sudah diperkecil di tahun 2020 ini. Kemudian jumlah tersebut akan tuntas di tahun 2021 nanti.

“Kita juga berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk menyusun program serta melakukan pendataan mana-mana saja yang menjadi prioritas serta saling mendukung agar target pembangunan sarana prasarana pendidikan dapat segera tercapai,” tandasnya. (Advertorial)

Comments are closed.