TKD Ke-V Karang Taruna Kota Cilegon Deadlock, Pengurus Provinsi Turun Tangan

0
26

CILEGON – (BTP) – Perhelatan Temu Karya Daerah (TKD) ke-V Karang Taruna Kota Cilegon yang semula berjalan kondusif dan tidak ada kendala dari semua peserta yang hadir mengikuti semua arahan pimpinan sidang berakhir deadlock tanpa menghasilkan pimpinan kepengurusan yang baru untuk periode 2020-2025, selasa (15/09/2020).

Dari sidang pleno pertama yakni tentang membahasan tentang tata tertib (Tatib) dan sampai sidang pleno kedua tentang pembahasan siapa-siapa saja yang akan maju menjadi kandidat Ketua juga berjalan normal. Dalam sidang pleno ke-2 yang dilanjutkan dengan pemilihan secara voting, terpilihlah dua kandidat calon Ketua yaitu Hasanudin dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Grogol yang mendapat suara dukungan dari para Ketua Kecamatan yakni berjumlah 4 suara dan Mahdi Arj selaku Sekretaris Karang Taruna Kota Cilegon mendapat dukungan 3 suara dan 1 orang dinyatakan abstain. Jadi hasil sidang pleno ke-3 disepakati dua calon kandidat yang maju dalam Temu Karya Daerah (TKD) ke V Karang Taruna yakni Hasanudin dan Mahdi Arj.

Keadaan yang semula kondusif menjadi semakin memanas ketika pimpinan sidang melakukan sidang pleno ke-3 yang isinya melakukan pemilihan secara voting dari hasil voting itu didapati perolehan suara imbang yakni Hasanudin mendapat 5 suara dan Mahdi Arj mendapat 5 suara. Karena kedua calon kandidat tersebut mendapat suara imbang jadi perlu adanya pemilihan ulang.

Ketika akan melakukan pemilihan secara ulang terjadilah insiden lantaran ada salah satu orang yang memiliki hak suara yakni Ketua Karang Taruna Kecamatan Jombang yang bernama Ado tidak hadir pada saat pemilihan ulang tersebut sehingga membuat para panitia sibuk mencari dan memanggil saudara Ado untuk segera hadir dan mengikuti pemilihan secara ulang.

Namun setelah dicari oleh para panitia selama kurang lebih 1 Jam Ado Ketua Karang Taruna Kecamatan Jombang tidak tampak batang hidungnya yang membuat para peserta menunggu lama. Dan dari situlah keadaaan semakin memanas sehingga kubu dari Mahdi Arj merasa curiga dan berasumsi kalau Ado itu pergi ada unsur kesengajaan yang diduga dilakukan rivalnya yakni Hasanudin.

Sehingga terjadilah rasa tidak percaya yang membuat dua orang peserta yakni Mas Mulyana selaku Ketua Karang Taruna Citangkil dan Ajis Ireng Ketua Karang Taruna Cilegon. Keduanya menilai ketidak hadiran Ado di sebabkan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan kubu lawan.

Sehingga keduanya meminta kepada pimpinan sidang untuk membatalkan pemilihan ini dan diamini oleh pimpinan sidang, sehingga pimpinan sidang mengambil sikap dan melakukan pembatalan TKD ke-V Karang Taruna Kota Cilegon dan selanjutnya diambil oleh pimpinan satu tingkat diatasnya yakni pengurus Karang Taruna Provinsi Banten.

Rahmadi Ramidin selaku pimpinan sidang membenarkan, pemilihan Ketua Karang Taruna Kota Cilegon berakhir deadlock dan karena deadlock makanya kepengurusanya diambil alih sementara oleh pengurus provinsi Banten dengan waktu yang belum dapat ditentukan.

“Pemilihan Ketua Karang Taruna tingkat Kota Cilegon berakhir deadlock dan kepengurusan diambil sementara oleh pengurus Karang Taruna Provinsi Banten,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Karang Taruna Provinsi Banten Iwan Pristiasya mengatakan, soal pemilihan Ketua Karang Taruna berakhir tidak ada kesepakatan ini adalah suatu dinamika berorganisasi.

“Inilah dinamika berorganisasi, kita tidak melakukan intervensi dari apapun hasilnya, pesan saya kepada para pengurus Karang Taruna untuk tetap menjaga marwah dari Karang Taruna dan mengedepankan tali persaudaraan. Karena walau bagaimanapun kita ini kan keluarga juga saudara,” katanya.

Sementara itu, Ketua OC sekaligus kandidat calon Ketua Karang Taruna Kota Cilegon periode 2020-2025 Mahdi Arj mengaku prihatin atas kejadian ini dan berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kami, sehingga kedepanya hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi.

“Saya prihatin atas kejadian ini, karena ini adalah preseden buruk. Kenapa saya bilang preseden buruk karena kalau cara-cara lama seperti ini diterapkan tidak ada pembelajaran bagi para anggota karang taruna. Jadi sekali lagi saya prihatin dengan kejadian ini,” tukasnya. (RMP/BTP)

Comments are closed.