PAD Banten Melorot, Wakil Ketua DPRD Banten Minta Bapenda Lebih Inovatif

0
32

SERANG – Wakil Ketua DPRD Banten Budi Prajogo meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar bisa terus berinovasi dan optimis dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor sebagai penyumbang terbesar PAD.

Hal itu berkaca dari kondisi pendemi Covid-19, menyebabkan PAD Provinsi Banten yang terus mengalami kemerosotan, baik pada tahun 2020 hingga tahun 2021 yang prediksi dan ditargetkan akan mengalami hal sama.

“Untuk itu, agar Dinas Pendapat l bisa optimis lagi dengan menggali strategi, bisa melalui pemberian keringanan berupa penghapusan denda keterlabatan pembayaran atau bisa melalui pemberian insentif kepada kepada wajib pajak (WP) yang membayarkan lebih awal,” katanya, kamis (17/09/2020).

Sebelumnya Pemprov Banten telah menggulirkan program penghapusan denda keterlambatan pembayaran kepada WP untuk periode bulan April hingga Agustus kemarin. Atas kondisi itu, sambung Budi, pihaknya akan mendukung kepada Pemprov Banten jika kembali program tersebut kembali dikeluarkan, tergantung kebijakan dari Gubernur Banten Wahidin Halim jika hal tersebut dimungkinkan.

“Bisa, bisa saja (diulang), tergantung kebijakan dari Gubernur,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten, Opar Sochari membenarkan jika PAD Provinsi Banten tahun 2020 dan 2021 mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, hal itu disebabkan pandemi global Covid-19 yang melanda Indonesia tak terkecuali Banten.

“Jelas mempengaruhi, semua (daerah) sama turun akibat Covid-19,” katanya.

Opar mengaku, pendapatan sempat mengalami kenaikan pada periode Agustus 2020 ketika masuk masa new normal. Namun, adanya kenaikan tren kasus di Banten membuat Gubernur Banten kembali mengambil langkah pembatasan berskala besar (PSBB) bukan hanya di wilayah Tangerang Raya, tetapi juga di lima Kabupaten/Kota lainnya.

“Kemarin kan sudah agak stabil. Tapi kan sekarang PSBB lagi, ada penurunan lagi,” ujarnya.

Opar juga menjelaskan, pihaknya sampai saat ini juga belum bisa menggenjot pendapatan dari sektor pajak.

“Bagaiamanapun petugas kami tetap jalan walaupun hadapi maut, tapi menggunakan masker. Kita juga ngga akan melakukan razia pajak, kan ada maklumat dari Kapolri, yang ada razia sekarang itu protokol kesehatan,” jelasnya. (BTP)

Comments are closed.