TKD V Karang Taruna Deadlock, Ado Subagyo: Saya Ambil Jalan Tengah Selamatkan Pertemanan

0
37

CILEGON – (BTP) – Ketua Karang Taruna Kecamatan Jombang Ado Subagyo mengaku mendapat intimidasi saat proses pemilihan Ketua Karang Taruna periode 2020-2025 dalam Temu Karya Daerah (TKD) V pada selasa lalu (15/09) yang berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon hingga berakhir deadlock tanpa menghasilkan pimimpin Karang Taruna tingkat Kota Cilegon. Hal inilah yang membuat deadlock lantaran dirinya meninggalkan gelaran TKD V.

Saat dihubungi melalui telpon selulernya, Ado Subagyo mengaku kondisi fisiknya drop setelah mendapat intimidasi dari berbagai pihak sehingga memutuskan dirinya untuk pulang dengan ditemani salah seorang saudaranya.

“Karena kondisi fisik saya drop akibat adanya tarik menarik kepentingan saat proses pemilihan yang penuh dengan tekanan dari sana sini. Akhirnya saya minta saudara saya untuk mengawal pulang,” katanya kamis (17/09/2020).

Ado mengungkapkan, tekanan tersebut datang dari kedua kandidat calon yang bertarung dalam TKD V dan tekanan ini semakin parah setelah akan kembali digelarnya proses pemilihan ulang pasca rehat sholat magrib.

“Sebelum magrib masih biasa saja, masih banyak pengamanan. Nah setelah magrib baru ada orang yang mau intimidasi saya,” ungkapnya.

Ado mengaku, tidak dapat mengidentifikasi orang yang mengintimidasi dirinya dan menyebutnya orang-orang ini dari luar Karang Taruna.

“Orang-orang itu kan dari luar Karang Taruna sehingga saya sulit mengidentifikasi mereka kang. Entah dari kubu mana, entah itu dari kubu saya, itu juga saya tidak tau,” ujarnya.

Pihaknya memprediksi yang melakukan intimidasi ini merupakan orang-orang dari kubu Hasanudin lantaran dirinya merupakan pendukung Mahdi Arj.

“Hitungan rasionalnya tidak mungkin kubu yang saya dukung, tapi ya sulit membuktikannya karena tidak ada identitas mana kubu Hasanudin mana kubu Mahdi Arj,” tambahnya.

Pihaknya juga saat ini sudah menjalin komunikasi dengan kedua calon dengan meluruskan realita yang sebenarnya bahwa tidak ada penculikan seperti kabar yang beredar hingga mencari-cari dirinya.

“Saya sudah meluruskan tentang statement bung Mahdi yang menyebut ada penculikan. Saya anggap wajar statement itu karena panik. Saya lebih memilih menyelamatkan pertemanan antara dirinya dengan kedua calon dari pada harus berseteru hanya karena memperebutkan jabatan. Bung Hasan saudara saya, bung Mahdi juga sama saudara saya. Dan alhamdulillah komunikasi saya saat ini baik dan tidak ada masalah,” tukasnya.

Sementara itu, perhelatan Temu Karya Daerah (TKD) ke-V Karang Taruna tingkat Kota Cilegon berakhir deadlock tanpa menghasilkan seorang ketua sehingga diambil alih oleh pengurus Karang Taruna Provinsi Banten. (RMP/BTP)

Comments are closed.