Dua Balon Walikota Mumu-Iye Pertanyakan Kinerja KPU Meloloskan Petahana Positif Covid-19

0
60

CILEGON – (BTP) – Dua Bakal Calon Walikota yakni Ali Mujahidin bersama Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Cilegon Iye Iman Rohiman-Awab, mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum Kota Cilegon, senin (21/09/2020).

Kedatangan dua Bakal Calon Walikota ini untuk memprotes berita acara Komisi Pemilihan Umum terkait dengan hasil pemeriksaan administrasi kesehatan pencalonan petahana Ratu Ati Marliati yang dinyatakan memenuhi syarat oleh KPU Kota Cilegon.

Bakal Calon Walikota dari jalur perseorangan Ali Mujahidin mengatakan, pihaknya mempertanyakan kepada KPU mengambil positif atau negatif terhadap Bakal Calon Walikota petahana Ratu Ati Marliati.

“Kita mempertanyakan kepada KPU ambil yang mana, positif atau negatif? Kalau ambil yang positif, maka ada perlakuan yang berbeda antara pasangan calon yang negatif dengan yang positif. Akan tetapi kalau KPU mengambil yang negatif, kenapa yang bersangkutan pada hari selasa dan kamis tidak ikut tes bersama kita. Apa sanksinya? Sementara di Demak hanya persoalan mata saja dapat menggugurkan calon. KPU tidak bisa menjawab, selalu bilangnya cantolan dan norma apalah,” katanya.

Pria yang akrab disapa Mumu ini mengungkapkan, pihaknya hanya memberi masukan kepada KPU karena keputusan penyelenggara Pilkada dapat berdampak pada kondusifitas daerah.

“Kalau aturan sudah ditabrak, semua juga bisa nambrak aturan. KPU harus bisa netral dan sesuai aturan, karena semua ada konsekwensinya, kita berharap semua lolos dan juga kangen dengan kompetisi,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Bakal Calon Walikota Iye Iman Rohiman menyatakan, kedatangannya hanya silaturahmi dengan KPU karena ini merupakan bukti kecintaan pada perhelatan pilkada. Dan mempertanyakan ketegasan dari KPU terkait pertimbangan hasil swab saat mendaftar, bukan pada saat pemeriksaan kesehatan seluruh Balon di RSUD.

“Hingga saat ini masih mengambang dengan sikap KPU yang tidak ada kejelasan soal salah satu Balon yang positif Corona oleh IDI dan KPU. Harusnya kan isolasi mandiri sampai 14 hari, akan tetapi sebelum waktu habis tiba-tiba KPU menyatakan calon itu negatif dan meloloskan yang seolah-olah calon itu negatif,” jelasnya.

Kedua belah pihak akan melayangkan surat terkait persoalan itu ke Bawaslu bahkan hingga ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemili (DKPP). Dan telah berkoordinasi dengan Bapaslon lainnya Heldy-Sanuji yang berhalangan hadir.

“Pak haji Iye dan pak Haji Mumu selain ke KPU, juga akan mendatangi Bawaslu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi menyambut baik upaya yang dilakukan masing-masing Bapaslon mempertanyakan hal itu.

“Memang kita sudah serahkan ke pihak tim pemeriksa kesehatan. Dan itu sudah dilakukan, memang menjadi polemik tapi ini akan kita jelaskan ke Bawaslu, tidak ada norma yang jelas mengatur terkait penundaan itu, karena penundaan itu diatur PKPU 10,” tukasnya (RMP/BTP)

Comments are closed.