BNNP Dan Polda Banten Gagalkan 301 Kg Ganja Dari Aceh

0
32

SERANG – Tim gabungan BNN Provinsi Banten dan Polda Banten berhasil mengungkap penyelundupan ganja asal Aceh, kamis (24/09). Satu orang tersangka diamankan dalam kasus ini bersama dengan barang bukti ganja seberat 301 Kg di Warung makan di Jalan Raya Merak – Serdang tempatnya di kampung Margasari kecamatan Pulo Ampel Serang Banten sekitar pukul 18.30 WIB.

Dari operasi penindakan ini, petugas mengamankan seorang tersangka AS (32) warga Lampung, di sebuah warung kopi di Jalan Raya Merak – Serdang.

Pengungkapan berawal dari adanya informasi pengiriman ganja dari Aceh dengan menggunakan truk menuju Banten Selanjutnya tim gabungan yang terdiri dari Bidang Pemberantasan BNNP Banten dan Dit. Narkoba Polda Banten melakukan penyelidikan di sekitar pelabuhan Bojonegara Merak, Banten.

Kemudian pada hari Rabu, 5 Agustus 2020 sekitar pukul 14.00 WIB sebuah truk yang dicurigai membawa ganja tersebut melintas dari arah Pelabuhan menuju ke pintu Tol Merak. Petugas lalu menghentikan truk tersebut dan mengamankan 1 orang pria asal Aceh berinisial AS.

“Kami hampir terkecoh karena barang ini tidak tercover barang lain. Biasanya, barang (narkotika) itu dicover barang lain. Kemudian, secara kasat mata bahwa truk ini fisiknya bersih sehingga petugas berpikir tidak mungkin dari luar daerah. Ternyata truk sudah dicuci untuk mengelabui petugas,” ujar Kombes Pol Hendri Marpaung, dalam konferensi pers di Kantor BNNP Banten, Kota Serang, Rabu 30 September 2020.

Meski berada ditengah wabah virus korona, BNN Provinsi Banten tetap menjalankan tugasnya memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Banten. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam pengembangan.

“Dulu saat penangkapan jaringan ini, tersangka AS lolos dan memang termasuk licin. Ini sudah ketiga kali,” kata Hendri.

Dari pengungkapan kasus tersebut, BNN Banten mengamankan barang bukti paket ganja sebesar 301 kg, kendaraan truk BK 9735 DU, kartu ATM, KTP dan HP milik tersangka. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasa 114 ayat (2) dan atau pasal 111 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

(fidz.red)

Comments are closed.