Prihatin, Penyitas Banjir Di Lebakgedong Tinggal Di Huntara

0
46

LEBAK — Hampir 11 bulan sudah penyitas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak tinggal di Hunian Sementara (Huntara) dengan kondisi sangat memprihatinkan.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan Pemerintah Pusat untuk segera meralisasikan Pembangunan Hunian Tetap (Huntap),” kata Kayat, Tokoh pemuda Desa Banjasari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (13/11/2020).

Dirinya mengaku, keadaan kondisi penyitas banjir dan tanah longsor di Kecamatan Lebakgedong telah disampaikan kepada Anggota DPRD Provinsi Banten disela-sela kunjungan ke Hunian Sementara.

Sementara itu, Iip Makmur anggota DPRD Provinsi Banten disela-sela kunjungannya mengatakan, mereka (penyitas banjir dan tanah longsor-red)  tinggal di hunian sementara dengan kondisi memprihatinkan.

“Sudah banyak terpal yang bocor dimusim penghujan dan angin malam. Kondisi kesehatan mereka mulai menurun perlu diperhatikan kesehatannya dan pangan,” terangnya.

Dikatakannya, tak sedikit penyitas banjir dan tanah longsor menanyakan kepastian pembangunan hunian tetap.
Hasil kunjangan ini akan disampaikan dan dikoordinasikan dengan pemerintah.

“Kami meminta Pemerintah segera merealisasikan Pembangunan Hunian Tetap,” tegas Iip Makmur, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Pihaknya menjelaskan, DPRD Provinsi Banten akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah dan Dinas terkait, persoalan Pembangunan Hunian Tetap.

“Mudah-mudahan ada solusi terbaik untuk penyitas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lebak,” harapnya.

(Bud/Btp)

Comments are closed.