Usaha Makanan Jadi Pilihan Warga Lebak Di Masa Pendemi Covid-19

0
27

LEBAK – (BTP) – Wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah agraris, dimana berbagai macam jenis tanaman bisa tumbuh subur diwilayah yang berbatasan langsung dengan beberapa kota, diantaranya Kabupaten Bogor, Sukabumi dan juga Tangerang.

Diantara tanaman yang tumbuh subur tersebut, jenis tanaman buah pisang yang paling malimpah diantara tanaman buah lainnya, sehingga menjadi bahan komoditi panganan bagi warga masyarakat yang memiliki nilai ekonomis, dimana dari pisang tersebut bisa diolah menjadi berbagai makanan cemilan seperti dijadikan keripik pisang ataupun yang lain.

Dimasa Pandemi Covid-19 ini, banyak warga yang kesulitan dalam sisi ekonomi, dimana hampir segala jenis usaha mengalami penurunan omzet. Kendati demikian, memproduksi keripik pisang dapat menjadi pilihan usaha dari warga masyarakat. Selain bahan yang melimpah, juga mudah dalam hal pembuatan, juga dari sisi pemasaranpun tidak sulit. Selain itu juga, keripik pisang sangat digemari oleh masyarakat sebab, keripik pisang ini jenis jajanan yang harganya murah terjangkau.

Seperti keripik pisang yang diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digagas Mela, istri dari Kepala Desa Cisampang, Kecamatan Gunung Kencana, Kabupaten Lebak, bersama warga ini berhasil mengembangkan keripik pisang dengan berbagai varian rasa.

“Produksi pisang ini bertujuan untuk memberdayakan warga masyarakat Cisampang agar memiliki penghasilan tambahan. Sebab, di desa kami ini cukup melimpah buah pisang sebagai bahan untuk membuat keripik. Apalagi disaat pandemi Covid-19 tentunya bisa membantu perekonomian warga, cukup banyak ibu-ibu warga Cisampang yang ikut memproduksi keripik pisang ini,” kata Mela kepada awak media dikediamannya, Minggu (15/11/2020).

Untuk masalah rasa, kata Mela, keripik pisang yang diproduksinya ada berbagai varian.

“Diantaranya rasa manis coklat, strawbery, pedas manis, jagung bakar dan rasa balado ayam, lada hitam dan gerenti dan orisinil,” ungkapnya.

Menurut Mela, usaha yang dikembangkannya ini baru berjalan kurang lebih sebulan, namun sudah dipasarkan dan pemasarannya dari warung-warung lokal hingga luar desa, seperti ke Pasar Picung dan Jalupang.

“Harganya bervariasi, dari mulai Rp 2 ribu per bungkus hingga Rp 25 ribu. Sementara ini untuk produksi kita pusatkan di Kampung Cisoka, RT02/RW01, Desa Cisampang, Kecamatan Gunung Kencana,” terangnya.

Mela berharap jangkauan pemasaran usaha ini semakin luas, sehingga dapat ikut mendongkrak perekonomian warga.

Namun demikian, Mela mengaku, pihaknya saat ini masih terkendala permodalan.

“Saat ini kami terkendala modal, sehingga jumlah pengirimannya masih terbatas,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Kades Cisampang Maman mengungkapkan, adanya kegiatan produksi kripik pisang renyah yang dikelola para ibu di wilayahnya ini semoga dapat membantu perekonomian keluarga.

“Selain itu semoga bermanfaat juga bagi para petani pisang, sehingga roda perekonomian para petani, khususnya yang ada di Desa Cisampang ikut terdongkrak. Harapan kami semoga usaha keripik pisang renyah ini semakin maju,” harap kades.

Selain itu, beda dengan pedagang lain yang dialami oleh salah satu seorang pembuat kue kering di Kecamatan Sajira, selama masa Pandemi Covid-19 ini mengalami penurunan pesanan.

“Sebelum Covid-19 pesanan makanan kering lumayan banyak, dari satu minggu bisa mencapai 50 toples, namun setelah corona ini paling satu bulan pesanan paling 10 toples, sangat jauh penurunannya,” ujar Laela Rosita, pembuat kue kering dari Kecamatan Sajira.

Dengan kondisi seperti ini, Laela harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan.

“Sekarang saya membuat bolu hingga kue ulang tahun. Itupun pemesannya secara daring antar teman saja,” ungkapnya.

Kendati demikian, Laela bersama penjual kue lainnya berharap pandemi Covid-19 dapat segera berlalu, agar usaha yang dirintisnya dapat normal kembali dan mengalami peningkatan omzet.

(De/Btp)

Comments are closed.