Pengerjaan Rehab KUA Cikulur Diduga Tidak Sesuai RAB

0
37

LEBAK – (BTP) – Perbaikan atau rehab Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikulur, diduga tidak sesuai dari Rencana Anggaran Biaya atau RAB. Ironisnya, selain diduga adanya penyimpangan. Papan informasi kegiatan dari awal pengerjaan hingga selesai tidak ada.

“Perbaikan gedung KUA Kecamatan Cikulur, diduga asal jadi. Kemudian, papan informasinya tidak dipasang di area pengerjaan,” kata Dedi Hakeki salah seorang aktivis di Kabupaten Lebak saat di temui di lokasi kegiatan, Rabu (18/11/2020).

Menurut Dedi, pengerjaan rehab di kantor instansi pemerintahan justru hingga saat ini belum diketahui oleh tuan rumah. Bahkan, papan informasinya tidak terpasang di area kegiatan.

“Informasinya, pekerjaan rehab yang anggarannya Rp. 120 jutaan ini tidak diketahui oleh petugas KUA. Bahkan, perbaikannya dinilai asal jadi atau sekedar syarat,” ujarnya.

Dijelaskannya, setiap pengerjaan tentu akan mendapatkan hasil yang berbeda sebelum dikerjakan. Tapi, rehab KUA disini tidak terlihat adanya perbaikan. Kemudian, ada kecurigaan yang terlihat nampak dari tidak adanya papan informasi.

“Dengan tidak mencantumkan papan informasi saja, tentu hal ini memicu dugaan adanya kegiatan yang mengarah dari atensi oleh oknum yang memberikan kegiatan,” jelasnya.

Ditempat terpisah Kepala KUA Cikulur, Aminin mengaku jika hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi atau koordinasi dari pengelola kegiatan yang mengerjakan perbaikan kantor.

“Saya mengetahui adanya perbaikan, justru dari salah seorang pekerja disini,” singkatnya.

Konsultan rehab gedung KUA Kecamatan Cikulur, Diki mengaku jika perbaikan rehab kantor tersebut mayoritas penggunaannya untuk pergantian kusen. Namun, karena dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) nya minim. Sehingga yang awalnya untuk pembelian kusen dialihkan ke pergantian pintu utama.

“Jika dibandingkan hasil pengerjaan perbaikan gedung KUA di Lebak, tentu hasilnya akan sama rata. Menyusul, anggarannya minim,” kata Diki saat ditemui.

Mengenai papan informasi pengerjaan perbaikan kantor tidak dipasang kembali. Sebab, pekerjaannya sudah selesai. Bahkan sudah di Opname atau pemeriksaan terhadap hasil dari suatu pekerjaan dengan tujuan untuk mengetahui capaian (progress) dari suatu pekerjaan tersebut.

“Sebetulnya sudah dipasang pada saat awal kegiatan. Karena, pekerjaannya sudah selesai. Sehingga, papan tersebut tidak dipasang dan disimpan di rumah,” imbuhnya.

Menurutnya, soal pengerjaan yang dinilai asal jadi, tentu hal tersebut sudah berdasarkan acuan RAB. Bahkan, pengerjaanya selesai dengan kurun waktu selama 23 hari.

“Memang untuk pembelian kusen tidak ada. Tapi, kami merubah pintu utama,” tukasnya.

(Bin/Btp)

Comments are closed.