CILEGON – (BTP) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menyebut kasus penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat khususnya di kalangan pelajar di wilayah provinsi banten mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Rehabilitas pada BNN Provinsi Banten Yanuar Sadewa, terkait dengan kondisi penyalahgunaan narkoba di Banten khususnya di kalangan remaja cukup masif terutama anak-anak sekolah.

“Makanya tadi saya minta kepada teman-teman yang hadir untuk bisa menyampaikan ke Dinas Pendidikan karena memang peredaran narkoba di tingkat sekolah khususnya anak siswa SMP dan SMA cukup masif,” katanya saat menjadi narasumber sosialisasi skrining di masyarakat yang di gelar oleh BNN Kota Cilegon yang berlangsung di salah satu hotel, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Rabu (18/11/2020).

Yanuar melanjutkan, selain dari peran orang tua, peran dari pihak sekolah juga sangat dibutuhkan mengingat para guru harus bisa mengambil andil dalam pencegahan narkoba yang dilakukan oleh para peserta didiknya.

“Angka yang tercatat Di BNNP Banten Terjadi peningkatan dari tahun ke tahun, sebelumnya pada 2018 itu ada 82 orang. Di tahun 2019 itu ada 112 orang, itu data di Kota Serang. Saya bicara data untuk di Kota Serang ya, namun kita belum ada data kongkrit untuk di Kota Cilegon. Rata-rata penyalahgunaan obat tramadol dan eximer. Biasanya kalau barang lagi tidak ada (tramadol dan eximer), mereka (pelajar.red) berganti ke antimo sama covix. Itu yang perlu diantisipasi sama para guru. Apabila terdapat siswa yang melakukan penyalahgunaan narkoba jangan langsung dikeluarkan nanti malah tambah masalah baru. Itu kan orang sakit ya harus disembuhkan dan mereka juga harus dipulihkan. Kita berikan rehabilitasi rawat jalan maupun rawat inap,” tukasnya.

(Mg Ria/Btp)