LEBAK – (BTP) – Sejumlah mahasiswa yang berasal dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Nusa Mandiri Ciledug, membagikan ratusan masker kepada warga Suku Adat Baduy yang berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, rabu (18/11/2020).

Pembagian ratusan masker diikuti oleh 6 mahasiswa tersebut yakni Muhamad Yusuf Permana, Amanda Fitriani, Anggi Rahardiansyah, Ilun Silviliani, Rizqi Alpiyan, dan Zaky Ramadhan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam mengimplementasikan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat yang dirangkai melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dalam kegiatan tersebut, Mahasiswa bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui instansi terkaitnya seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, dan Dinas Pariwisata (Dispar) Lebak.

Ketua Pelaksana KKN Yusuf Permana mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya masyarakat Suku Adat Baduy terhadap penerapan protokol kesehatan yang bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Katanya, wilayah Suku Adat Baduy sendiri dipilih karena mengingat, wilayah adat yang berada di Kabupaten Lebak tersebut sering dikunjungi oleh para pelancong yang berasal dari berbagai daerah luar, sehingga berpontensi adanya penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masyarakat adat tersebut.

“Kita juga melihat dari segi kebiasaan warga Baduy yang sering berpegian ke luar wilayah adat, yang sebenarnya tidak dianjurkan ditengah Pandemi Covid-19 ini karena dapat berpotensi terpapar Virus Covid-19 saat beraktivitas diluar daerah. Untuk itu, melalui kegiatan KKN ini kami mencoba melakukan upara pencegahan covid-19 dengan cara sosilisasi dan juga membagikan ratusan masker,” katanya.

Yusuf menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mengajak kepada masyarakat dan juga para pengunjung yang berada di wilayah Suku Adat Baduy untuk selalu mengimplementasikan gerakan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan juga mencuci tangan saat menjalankan aktivitas kesehariannya. Dirinya berharap, melalui kegiatan tersebut pihaknya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan yang bertujuan untuk melindungi masyarakat warga Baduy dari paparan penyebaran virus Covid-19.

“Alhamdulillah kegiatan dapat berjalan dengan lancar, terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kami dalam mengsukseskan kegiatan ini. Semoga dengan ini masyarakat maupun pengunjung dapat lebih patuh terhadap penerapan protokol kesehatan, dan masyarakat Baduy dapat terlindungi dari paparan virus Covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kanekes Jaro Saija mengucapkan terimakasih kepada para mahasiswa yang telah peduli terhadap warga Adat Baduy dalam upaya pencegahan virus Covid-19 di ruang lingkup masyarakat Adat.

“Terimakasih, semoga dengan ini masyarakat Baduy dapat terhindar dari paparan virus Covid-19,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dispar Lebak Imam Rismahayadin, peran dari mahasiswa yang merupakan Agent of Change ini sangatlah dibutuhkan ditengah Pandemi Covid-19 yang telah berlangsung secara berkepanjangan, dengan harapan para mahasiswa yang telah mendapatkan berbagai pengetahuan dibangku kuliahnya dapat mengimplementasikan kembali pengetahuannya diruang lingkup masyarakat, baik itu dengan cara meningkatkan kesehadaran masyarakat dalam upaya pencegaha Covid-19 ataupun dengan upaya membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang sebelumnya sempat lumpuh karena Pandemi melalui ide kreatif dan inovatif para mahasiswa.

“Mari bersama-sama tingkatkan kepatuhan penerapan protokol kesehatan di setiap lingkungan,” pungkasnya.

(De/Btp)