Politisi PAN Nilai Pemkot Kurang Serius Atasi Banjir Di Cilegon – Bantentop

0
35

CILEGON – (BTP) – Banjir yang kembali menerjang hampir seluruh Kota Cilegon, Pada Rabu (2/12/2020). Dinilai sebagai banjir terparah selama 9 Tahun terakhir, khususnya bagi warga Kecamatan Ciwandan. Hal itu dinilai akibat minimnya keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon dalam mengantisipasi banjir.

“Mungkin Walikota Cilegon tak punya sense of crisis terhadap masyarakatnya,” kata Wakil Ketua Bidang Informasi dan Politik DPD PAN Kota Cilegon Didi Iskandar, Sabtu (05/12/2020).

Didi menilai, dari kondisi yang ada selama beberapa hari kebelakang peristiwa ini begitu luar biasa, dampaknya baik materi atau non-materi begitu dirasakan oleh masayarkat Kota Cilegon. Harusnya, pemimpin di daerah, punya empatik terhadap masayarakat.

“Bahkan ini menjadi kado jelang Pilkada Cilegon,” ujarnya.

Selain, sebagai kado Pilkada, Didi pertanyakan kesiapan pemerintah dalam menghadapi intensitas curah hujan. Baginya, ini sangat parah, karena mencapai 6 Kecamatan dan korban sampai dengan 1700 KK (Kepala Keluarga).

“Tentu ini juga jadi PR buat pemimpin yang terpilih di Pilkada ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat Kota Cilegon, Muhammad Ibrohim Aswadi, menilai banjir bandang di Kota Cilegon yang terjadi saat ini merupakan terparah sepanjang sembilan tahun terakhir, banjir terjadi di Pintu Air, Penauan, Kebanjiran Kubangsari, Tegalratu, randakari, samangraya, dan lainnya.

“Kekhawatiran masyarakat akan terjadinya banjir rutin sudah sering kita sampaikan kepada Pemerintah Daerah dan pihak industri disaat belum memasuki musim penghujan, agar pemerintah bersama sama industri untuk melakukan langkah-langkah penataan, normalisasi, pengerukan lumpur dan pelebaran disepanjang sepadan aliran kali yang ada,” kata Anggota komisi II DPRD Kota Cilegon ini.

(Rmp/Btp)

Comments are closed.